KARAWANG – Direktur PD Pontren Kementerian Agama (Kemenag) RI Dr H Waryono mengunjungi pondok pesantren Tahfidzul Qur’an Miftahul Khoirot Desa Manggungjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, paca tragedi kebakaran yang menelan korban jiwa 8 santri pada Senin lalu (21/02).
Didampingi Kepala Kemenag Karawang, H Dadang Ramdani, Kasie PD Pontren, Kasie Bimas, Kasie Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) dan Kasie Wakaf, kedatangannya ke pesantren yang memiliki 784 santri mukim tersebut, untuk menyampaikan titipan bantuan dari Menteri Agama (Menag) Gus Yaqut Cholil Qaumas senilai Rp300 juta berupa voucher dan dana tunai Rp31.262.000.
Bantuan tersebut diterima langsung pengasuh pesantren setempat KH Agus Muhtadi. Tidak hanya itu, tambahan stimulan bantuan juga datang dari keluarga besar Kemenag Karawang dan di serahkan langsung kepada pimpinan pesantren dengan besaran Rp50 juta.
Baca juga: Heboh Analogi Suara Azan dengan Gonggongan Anjing, Begini Klarifikasi Kemenag
Dikatakan Dr H Waryono, Menag dan segenap keluarga besar Kementerian Agama RI mengaku prihatin dan turut berbela sungkawa atas kejadian kebakaran di lingkungan pesantren Miftahul khoirot yang notabene sudah mencetak ratusan hafizd dan hafidzah.
Tercatat, 8 orang santri menjadi korban meninggal dunia dan 3 diantaranya sedang menjalani perawatan. Atas musibah ini, sebut Waryono, para santri untuk sementara diliburkan di berbagai jenjang selama setengah bulan untuk kemudian dibina trauma healing setelah tragedi kebakaran yang kemungkinan membuat efek traumatis di kalangan para santri.
Baca juga: Kemenag Karawang Ajak Masyarakat Doakan 8 Santri yang Meninggal: Mereka Para Syuhada
“Kedatangan kami ke sini, adalah untuk membawa titipan bantuan dari Menag RI sebesar Rp300 juta dalam bentuk voucher dan bantuan tunai Rp 31.262.000 di pihak pesantren. Kami berharap bantuan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya,” pesannya.
Menurut Waryono, Pesantren Miftahul Khoirot merupakan produsen para hafidz Quran dan kitab kuning yang berjenjang dan disiplin ilmu. Meskipun demikian, ia sampaikan bahwa program prioritas Menag mulai tahun 2021 kemarin yaitu membangun kemandirian pesantren, di mana melalui program kemandirian pesantren ini, khusus bagi sejumlah pondok yang belum tersentuh program dan berniat memiliki pengembangan wirausaha, ia pastikan akan dibantu setelah menempuh proses seleksi.
Bantuan di kisaran Rp250-600 jutaan ini, dimaksudkan untuk usaha kelompok dan koperasi. Sehingga, pondok pesantren lebih berdaya ekonominya dan mampu memiliki profit dari usaha-usaha tersebut.
Baca juga: Imbas Kebakaran Ponpes, Izin Pembangunan Pesantren Bakal Diperketat
“Jadi ke depan, bila mana ada kerusakaan fisik, dan kebutuhan lainnya tidak melulu mengajukan proposal ke Kemenag,” katanya.
“Tahun kemarin ada sekitar 105 pesantren yang mendapatkan bantuan. Dan alhamdulillah kabar baiknya, ada pesantren yang mampu mendapatkan hasil usaha dalam sebulan mencapai 25-30 juta. Tentunya hal ini kedepan bisa mensejahterakan semuanya,” ungkapnya.
Di tempat yang sama, pengasuh pesantren Miftahul Khoirot, KH Agus Abdullah Muhtadi mengatakan atas nama keluarga pesantren Miftahul Khoirot, pihaknya menghaturkan terima kasih kepada Kemenag RI yang di wakili Direktur PD Pontren, H. Waryono yang sudah menyempatkan diri datang ke pesantrennya sekaligus memberikan bantuan.
Baca juga: Stafsus Presiden Dukung Ponpes Miftahul Khoirot Bangkit Pasca-Kebakaran
“Kami tidak bisa mengucapkan apa-apa selain mendoakan, semoga Allah SWT membalas keridhoan bapak-bapak, dipanjangkan umur, berkah rezeki, Husnul khotimah dan menjadi ahli syurga,” harapnya.
Sementara itu, Kepala kantor Kemenag Karawang, H Dadang Ramdani juga menyerahkan bantuan yang merupakan amanah dari keluarga besar Kemenag Karawang khusus untuk pesantren Miftahul Khoirot yang besarannya Rp50 juta. Tidak hanya kepada pihak pesantren, bantuan tambahan dari keluarga besar kemenag Karawang juga disiapkan untuk menyantuni langsung kepada keluarga santri korban kebakaran di berbagai wilayah.
“Semoga bantuan yang di sampaikan, baik dari Menag RI dan Kemenag Karawang bisa bermanfaat dan kedepa insya Allah, pihaknya akan berkunjung lagi ke pesantren yang sebelumnya di asuh Almarhum KH Muhtadi Mawardi Alhafidz ini,” tutupnya. (kii)














