
Di tempat sama, Wakil Rektor (Warek) Bidang Kerjasama, Kemahasiswaan dan Alumni Unsika, Amirudin menambahkan bahwa film ini telah memberikan banyak pemahaman mengenai penggunaan hak pemilih bagi pemilih pemula.
“Mahasiswa sebagai pemilih pemula, mungkin perlu tau sistem penggunaan hak pilih, semoga dengan film itu bisa mengerti hak pilih digunakan sebaik- baiknya dan memilih orang-orang yang memiliki kapasitas dan komitmen bukan memilih orang yang salah,” katanya.
Dikatakannya, film Kejarlah Janji sangat tepat untuk ditonton oleh masyarakat khususnya pemilih pemula.
“Sangat tepat pemilihan film ini apalagi pemilih pemula belum mengetahui cara-cara pemilihan seperti cara menggunakan media sosial, agar tidak digunakan untuk kampanye hitam, dan menyebarkan informasi yang tidak sesuai,” terangnya. (*)








