Beranda Headline Lewat Metode Ini, Urai Sampah Organik Jadi Kompos di Karawang Bisa Lebih...

Lewat Metode Ini, Urai Sampah Organik Jadi Kompos di Karawang Bisa Lebih Cepat

Sampah jadi kompos di karawang
Sampah organik menumpuk diujicobakan dengan metode penyemprotan bakteri probiotik.

KARAWANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang lakukan uji coba bakteri baik probiotik yang dianggap dapat mempercepat penguraian sampah jadi kompos.

Kepala Bidang Kebersihan, Guruh Sapta menyebutkan, manfaat bakteri baik probiotik terhadap sampah ini sebelumnya ditemukan oleh salah satu warga Karawang Reza Fahlevi.

Selain dinilai berguna untuk mempercepat penguraian sampah, bakteri ini dikatakan dapat menghilangkan bau pada sampah organik.

“Jadi penggunaan probiotik ini untuk menetralisir patogen pada sampah,” ujarnya saat diwawancarai pada Kamis, 28 September 2023.

Baca juga: Bikin Bangga, Produk UMKM Karawang Ini Tembus Pasar Australia hingga Dubai

Ia menjelaskan, bakteri probiotik adalah bakteri positif yang mampu menghasilkan antibiotik alami dan mampu membunuh mikroorganisme patogen.

Sedangkan patogen sendiri adalah organisme yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan bagi manusia.

“Kita kan belum tahu nih, makanya saya meminta tolong ke TPS-TPS untuk dicatat hari per hari perubahannya,” terang Guruh.

Andalkan bakteri baik probiotik

Kata Guruh, metode uji cobanya berbentuk penyemprotan, sampah-sampah disemprot bakteri baik probiotik kemudian didiamkan sampai terlihat adanya perubahan.

Penyemprotannya dilakukan sekali semprot dengan menyesuaikan komposisi dan jumlah sampahnya.

“Jadi dilihat aja dari perubahan, contoh dari warna ada perubahan tidak, terus dari baunya yaitu pertama datang bau sampahnya seperti apa dan setelah disemprotkan selah sehari seperti apa,” katanya.

“Ini aplikatif lho, jadi dirumah juga bisa dilakukan tanpa memerlukan perlakuan khusus (didiamkan saja), yang penting tidak kehujanan,” tambahnya.

Baca juga: Dirut Baru Perumdam Karawang Dorong Hotel hingga Industri Tidak Bergantung pada Air Tanah

Penemu formula bakteri baik probiotik, Reza Fahlevi menyampaikan, dirinya memulai riset sejak tahun 2008 dan saat ini sudah banyak bakteri baik probiotik yang ia kembangkan salah satunya untuk sampah.

“Uji coba ini hanya dilakukan pemerintah Karawang saja. Sebelumnya produk semprot ini sudah dipasarkan ke beberapa tempat seperti TPA Kendari, Cakung dan TPA Bantar Gebang,” ujarnya.

Ia memaparkan, pengaplikasian disemprot karena produk bakteri baik probiotiknya berbentuk cairan. Detail pengaplikasiannya hanya disemprot dan dicampur dengan air.

“Semprot ke sampahnya lalu diaduk dan sudah tinggal didiamkan saja, nanti terjadi permentasi,” paparnya.

“Biasanya setelah 1 hari disemprot, bau hilang. Nanti sampe panen kompos itu kurang lebih antara 3 sampai 6 hari,” pungkasnya. (*)