Beranda Headline Dengan Dalih Sapi Sakit, Kades Jual Sapi Bantuan Kementerian

Dengan Dalih Sapi Sakit, Kades Jual Sapi Bantuan Kementerian

PURWAKARTA-Bantuan hewan ternak dari Kementerian sebanyak 20 ekor sapi kepada Desa Cidahu Kecamatan Pasawahan Purwakarta yang diperuntukan untuk kelompok tani yang berada diwilayah tersebut raib.

Raibnya 20 ekor sapi tersebut 2 diantaranya karena sakit dan mengakibatkan kematian, namun 18 lainnya dijual oleh Kepala Desa Cidahu dengan dalih sapi mengalami sakit.

Hal ini diperparah dengan keterangan dari Kepala Diskanak Kabupaten Purwakarta Siti Ida Hamidah yang memberikan keterangan bahwa Diskanak tidak mengetahui perihal sapi yang dijual oleh Kepala Desa Cidahu.

“Dokter hewan sempat melakukan pemeriksaan kepada 18 sapi yang tersisa dan terindikasi mengalami sakit,”jelas Ida Kamis (27/9).

“Walaupun sakit kami tidak pernah merekomendasikan untuk dijual, dan seharusnya kita beri pengobatan dulu dan di periksa seluruhnya hingga pakan yang mungkin bermasalah,”ujarnya.

“Bahkan informasinya sudah dijual pun kami mengetahui belakangan,”tegasnya.

Sementara Kepala Desa Cidahu Enjang Heli Gaos saat dihubungi mengatakan 18 ekor sapi yang dijual ke pasar mengalami sakit.

“Mengalami sakit sebelumnya, dari pada mati lebih baik dijual,”ujar Enjang Kamis (27/9).

“Kemudian kelompok tani juga sudah tidak sanggup mengurus sapi tersebut dengan beberapa alasan, sehingga kami sepakat untuk menjual sapi tersebut,”ungkapnya.

“Kami akan membeli sapi kembali kalau nanti kelompok tani diganti pengurus baru,”pungkasnya.

Pengajuan untuk mendapatkan bantuan hewan ternak seperti sapi dari pemerintah berdasarkan pengajuan dari kelompok tani sendiri, dalam persyaratan yang harus dipenuhi diantaranya kelompok tani harus paham dan memiliki pengalaman dalam peternakan sapi, namun hingga sapi dijual dengan alasan mengalami sakit dan ketidak sanggupan kelompok tani untuk mengurus sapi-sapi tersebut menjadi pertanyaan, apakah pengajuan dilakukan asal-asalan atau kah mencari alasan untuk menjual sapi.

Hal ini diperparah ketika media mencoba meminta kontak dari kelompok tani yang mengajukan bantuan sapi tersebut kepada Kepala Desa, dengan alasan HP Kepala Desa diganti sehingga Kepala Desa Cidahu Enjang Heli Gaos tidak memiliki kontak dari kelompok tani. (trg)