
Pembersihan ruang kelas dilakukan secara gotong royong oleh guru, OSIS, dan petugas kebersihan. “Senin ruang kelas sudah bisa dipakai, meskipun kursi baru kami susun pagi-pagi,” tambahnya.
Baca juga: Pasien Diduga DBD Ditolak RS Izza Cikampek, Disuruh Cari RS Lain
Sekolah masih mendata kerusakan buku, terutama milik siswa kelas 8 dan 9. Meski begitu, pembelajaran tetap berlangsung dengan memanfaatkan teknologi digital.
“Sekarang zaman sudah canggih. Guru-guru kami pakai e-book dan media digital sebagai alternatif,” kata Subchan.
Ia juga menyebut bahwa sekitar 75 persen warga sekolah terdampak banjir. Namun, semangat untuk tetap belajar tidak surut. (*)












