
“Dalam tradisi pengetahuan, film itu paling menginspirasi orang, sayangnya kita belum menggunakan media film secara maksimal. Maka ini saya ajak berbagai komunitas untuk meningkatkan literasi film,” paparnya.
Baca juga: Kejaksaan Tangguhkan Sementara Kasus Gratifikasi Pimpinan DPRD Bekasi, Kenapa?
Dia mengulas, umat manusia saat ini tengah memasuki dunia baru, di mana media sosial begitu mempengaruhi berbagai pola dan cara pandang melihat persoalan.
Keberadaan medsos ibarat pisau bermata dua, satu sisi mampu mengangkat sisi positif, tapi di sisi lain bisa sekaligus menghancurkan.
“Tentu medsos yang bisa berdampak negatif positif ini perlu diapresiasi dicarikan solusi, terutama karena tema film tadi soal konteksnya pendidikan, kita ingin sekolah, guru konsen memfilter konten-konten tidak mendidik yang berdampak negatif terhadap pola pikir siswa,” ujar Huda. (*)








