
“Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya masih sakit dan badan saya masih panas dingin, tapi saya tidak punya pilihan lain karena saya menggunakan BPJS,” katanya.
Baca juga: RS di Karawang Minta Maaf soal Balita Diduga Gagal Infus 12 Kali, Pasrahkan Prosesnya ke Polisi
Dia berharap ada perhatian lebih dari pihak rumah sakit terhadap nasib pasien seperti dirinya. Ia merasa bahwa pasien BPJS berhak mendapatkan perlakuan yang sama dengan pasien umum, terutama dalam hal perawatan pascaoperasi.
“Saya hanya ingin diperlakukan dengan adil. Ini adalah masalah nyawa, bukan main-main,” tegasnya.
Sampai saat ini, belum ada konfirmasi dari pihak rumah sakit terkait kasus ini. E berharap kejadian ini tidak terulang lagi, dan pemerintah setempat serta pihak terkait dapat mengambil langkah untuk memastikan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi pasien BPJS. (*)








