Beranda Headline Perjuangan Anak-anak Pesisir Karawang, Menembus Rob demi Pergi ke Sekolah

Perjuangan Anak-anak Pesisir Karawang, Menembus Rob demi Pergi ke Sekolah

Anak-anak rob karawang
Anak-anak itu adalah pelajar satu atap SMPN 1 Cibuaya, Karawang yang setiap harinya harus melewati banjir rob di Desa Tanjungsari, Desa Sedari demi sampai ke sekolah.

KARAWANG – Langit masih nampak mendung ketika langkah-langkah kecil menyusuri jalan yang berubah menjadi air laut. Tanpa alas kaki, beberapa anak berhati-hati melawan deburan ombak.

Anak-anak itu adalah pelajar satu atap SMPN 1 Cibuaya, Karawang yang setiap harinya harus melewati banjir rob di Desa Tanjungsari, Desa Sedari demi sampai ke sekolah.

Potret perjuangan anak-anak itu sempat terekam dalam video singkat dan tersebar luas di media sosial.

Baca juga: Sejumlah Manusia Gerobak Diciduk Satpol PP, Rupanya Bukan Warga Karawang 

Mereka tak punya pilihan lain. Sebab jalan itu adalah satu-satunya akses warga menuju sekolah dan aktivitas harian mereka.

“Kalau cuacanya cerah, motor masih bisa lewat. Tapi kalau sudah hujan dan air pasang, anak-anak ini jalan kaki, menerobos air setinggi betis hingga lutut,” tutur Ditta Kurnia, warga setempat, Rabu (30/7).

Ia menyebutkan ada sembilan anak yang setiap hari berjuang menghadapi genangan air laut hanya untuk bisa belajar.

326 jiwa terdampak
Anak-anak rob di karawang
Anak-anak itu adalah pelajar satu atap SMPN 1 Cibuaya, Karawang yang setiap harinya harus melewati banjir rob di Desa Tanjungsari, Desa Sedari demi sampai ke sekolah.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Karawang, Ferry Muharam, banjir rob yang melanda wilayah tersebut terjadi pada 27 Juli dan sudah menjadi peristiwa rutin.

Sekitar 326 jiwa terdampak, termasuk para pelajar yang harus melewati genangan setiap hari.

Baca juga: Siloam Hospital Jalin MoU dengan Syneos Health, Garap Studi Klinis Berstandar Internasional

“Kami sudah menyediakan perahu sebagai alat bantu penyeberangan bagi warga,” jelas Ferry.

Namun, tantangan terus datang. Jembatan darurat yang sempat dibangun pun tak mampu bertahan lama diterjang ombak besar akibat air pasang tinggi.

Meski demikian, BPBD Karawang berjanji terus melakukan pemantauan dan bantuan darurat di wilayah rawan rob.

Namun, bagi anak-anak Dusun Tanjungsari, tak ada yang lebih penting dari bisa sampai ke sekolah. Di antara gelombang air dan becek tanah pesisir, mereka terus berjalan—karena di ujung jalan, ada harapan yang ingin mereka gapai. (*)