
KH. Endang juga mengajak insan media untuk menjunjung tinggi etika jurnalistik dan tanggung jawab moral, serta menghormati nilai-nilai keagamaan yang hidup di masyarakat.
Baca juga: Sekolah Tani Karawang, Ajang Edukasi untuk Petani Generasi Mendatang
Selain itu, ia menyerukan agar para santri, alumni, dan simpatisan pesantren tidak terpancing emosi, melainkan menanggapi dengan kepala dingin dan penuh adab.
“Marah tidak menyelesaikan masalah, tapi adab akan memenangkan hati dan sejarah,” ujarnya.
Ia menutup pernyataannya dengan doa agar Allah membukakan hati para pelaku media untuk bertobat dan memperbaiki kesalahan, serta menjadikan kejadian tersebut sebagai pelajaran bagi bangsa Indonesia bahwa kehormatan ulama dan pesantren bukan bahan candaan, melainkan sumber keberkahan yang harus dijaga. (*)








