
Saat ini, kekeringan dan krisis air bersih di Jawa Barat dilaporkan semakin meluas. Dilansir dari berbagai pemberitaan hingga hari ini, BPBD Jabar telah mencatat krisis air bersih akibat kemarau meluas hingga 25 wilayah dari 27 kabupaten-kota. Adapun warga yang terdampak mencapai 519.687 jiwa.
Di Karawang misalnya, tercatat 15 desa terdampak kekeringan. Sebanyak 17.882 jiwa dilaporkan kesulitan mengakses air bersih. Sri dewi misalnya, warga Kampung Cibarengkok ini sempat kesulitan mengakses air bersih.
Baca juga: Imigrasi Karawang Gelar Pasporia di Purwakarta, Layani Urus Paspor di Akhir Pekan
“Alhamdulillah berkat bantuan dari Pupuk Kujang ini, semua warga kami bisa menikmati air bersih. Kami bisa kembali mandi dan cuci menggunakan air bersih,” kata Sri.
Hal yang sama diungkapkan Yadi. Saat krisis air bersih terjadi, ia semat harus mengeluarkan biaya tambahan membeli air bersih. “Berkat bantuan Pupuk Kujang, kita tak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk membeli air,” kata Yadi.
Dalam mengatasi krisis air bersih ini, Pupuk Kujang bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, aparat dan sesama sektor industri. (*)








