
Berdasarkan data LKPM yang disampaikan pelaku usaha, secara tahunan (year on year) realisasi investasi Purwakarta tumbuh 85,54 persen, dari Rp 4,73 triliun pada 2021 menjadi Rp 8,78 triliun pada 2022. Menurut dia, pertumbuhan tersebut berdampak terhadap jumlah tenaga kerja yang diserap secara year on year tumbuh 137,85 persen, dari 3.287 orang pada 2021 menjadi 7.818 orang pada 2022 melansir dari Antara.
Baca juga: Kemenag Purwakarta Targetkan 500 Pelaku UMKM Miliki Sertifikat Halal
Anne menyebutkan, hal tersebut dapat tercapai dengan diimplementasikannya pelayanan perizinan berusaha yang terintegrasi secara elektronik melalui Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA). Sehingga pelaku usaha diberi kemudahan dan kepastian dalam merealisasikan kegiatan usahanya.
Sementara itu, untuk menghadapi isu resesi ekonomi pada 2023, Pemerintah Kabupaten Purwakarta akan terus meningkatkan kualitas pelayanan perizinan berusaha dan iklim penanaman modal melalui berbagai macam pendekatan dan inovasi. Tujuannya ialah agar investor eksisting merasa aman dan nyaman dalam menjalankan kegiatan usahanya.
“Hal ini dilakukan agar memperoleh kepercayaan dari investor baru untuk menanamkan modalnya di Purwakarta,” kata Anne. (*)








