Beranda Headline Terungkap! Ada Cinta Segiempat di Balik Pembunuhan di Cikampek Karawang

Terungkap! Ada Cinta Segiempat di Balik Pembunuhan di Cikampek Karawang

Cinta segiempat di karawang
Polres Karawang menggelar konferensi pers kasus pembunuhan segiempat yang dilatari cinta segiempat di Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang.

KARAWANG – Pelaku pembunuhan mayat misterius di pinggir irigasi Desa Dawuan, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang pada Minggu (29/1) lalu akhirnya terungkap.

Adalah S alias Masno (40) dan DSU (38), kedua tersangka yang melakukan pembunuhan terhadap SH.

Korban dan tersangka sama-sama warga Tanggerang Selatan.

“Tersangka S berprofesi sebagai wiraswasta, sedangkan DSU ibu rumah tangga. Jadi Keduanya masih suami istri,” kata Kapolres Karawang, AKBP Wirdhanto Hadicaksono saat jumpa pers di Mapolres Karawang, Rabu (8/2/2023).

Baca juga: Polisi: Mayat yang Ditemukan di Dawuan Cikampek Adalah Korban Pembunuhan

Keduanya berhasil ditangkap di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah pada Sabtu (4/2) kemarin.

Lanjut Kapolres Karawang, berdasarkan hasil penyelidikan, motif pembunuhan itu dilatari cinta segiempat.

Mulanya, DSU dan korban menjalin perselingkuhan. Namun DSU sakit hati karena korban juga diduga berselingkuh dengan wanita lain.

“Motifnya sakit hati, di mana korban tengah menjalin asmara dengan salah satu tersangka DSU, karena korban diduga memiliki wanita lain,” ungkap Wirdhanto.

Merasa sakit hati, DSU mengadukan hal itu kepada suaminya yang saat itu tengah pisah ranjang.

Baca juga: Terkuak! Ternyata Ini Identitas Mayat Pria di Pinggir Irigasi Dawuan Cikampek

“Kemudian S juga merasa sakit hati karena korban menjadi penghambat antara hubungannya dengan DSU,” paparnya.

Kronologi kasus cinta segiempat berujung maut di Karawang

Akhirnya karena kumulasi sakit hati dalam cinta segiempat ini, S dan DSU berencana membunuh korban. DSU lalu mengundang korban ke rumahnya. Sedangkan S bersembunyi di dalam rumah untuk mengeksekusi korban.

Saat korban lengah sambil berleha-leha, S langsung menghantam kepala dan muka korban dengan batu yang sudah ia siapkan. Setelah itu ia menjerat leher korban dengan tali.

“Dari keterangan tersangka, korban tidak mati di tempat karena masih mengeluarkan suara. Setelahnya keduanya membawa korban menuju Karawang, tepatnya di Desa Dawuan, Kecamatan Cikampek,” papar Wirdhanto.

Sesampainya di pinggir irigasi, S kembali menjerat leher korban untuk memastikan bahwa ia telah tewas, dan membuangnya dari mobil.

Dari tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti mobil jenis Datsun milik korban serta tali untuk menjerat korban.

“Adapun pasal yg disangkakan, pasal pembunuhan berencana 340 KUHP Juncto 338 KUHP dengan ancaman penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun,” tandasnya. (*)