
Kemudian, menurut Listiawati, warga juga khawatir lantaran lalu lintas truk itu membuat tanah di sekitar perkampungan bergetar. Warga waswas, sebab getaran truk pengangkut tanah tersebut membuat rumah mereka rusak. “Nah yang kami khawatirkan seperti itu, mana tanggung jawab dari pihak pelaksana pembangunan proyek tol ini,” ucap Listiawati.
Baca juga: Ratusan Botol Miras Disita Polres Purwakarta saat Malam Tahun Baru
Warga Ciledug lainnya, Syahrozi mengatakan, kekesalan itu sudah dirasakan warga sejak beberapa bulan lalu. Namun, warga masih mencoba sabar karena dijanjikan akan diberi uang kompensasi atas gangguan proyek yang ditimbulkan.
Sayangnya, uang kompensasi yang dijanjikan itu tidak kunjung ditepati. Sementara warga terus berharap janji kontraktor pelaksana proyek tersebut segera direalisasikan. Karena itu, mereka turun ke jalan berupaya menyalurkan aspirasi ke kantor kontraktor.
“Kami hanya menuntut hak-hak kami di sini sebagai warga. Kami juga ingin tenang, mereka juga pasti ingin bekerja dengan tenang. Ini proyek nasional, kita juga tidak mau menghalangi,” kata Syahrozi. (*)








