Beranda Headline RS di Karawang Minta Maaf soal Balita Diduga Gagal Infus 12 Kali,...

RS di Karawang Minta Maaf soal Balita Diduga Gagal Infus 12 Kali, Pasrahkan Prosesnya ke Polisi

Rs karawang minta maaf balita gagal infus

KARAWANG – Manajemen RS Permata Keluarga Karawang, Jawa Barat menyampaikan permintaan maaf kepada Indah Sari Dewi, ibu dari balita empat tahun berinisial T.

T diduga dihujani jarum infus sebanyak 12 kali hingga pembuluh darahnya pecah saat dirawat di rumah sakit tersebut.

“Kami minta maaf sekali lagi atas ketidaknyamanan yang dialami anak T, Ibu Dewi serta keluarga yang pada saat perawatan dialami di rumah sakit kami,” ucap Direktur RS Permata Keluarga, dr Nancy C Muliawan, Minggu (24/5).

“Kami mendoakan anak T kembali sehat dan kembali pulih seperti semula,” harap dia.

Baca juga: Balita Gagal Diinfus 12 Kali hingga Pembuluh Darah Pecah, RS di Karawang Dilaporkan ke Polisi

Nancy berujar pihaknya selalu berkomitmen penuh memberikan yang terbaik terhadap siapa pun pasien yang datang. Dari kasus ini pihaknya sudah melakukan evaluasi secara internal agar hal serupa tidak terjadi di masa mendatang.

Adapun terkait persoalan hukum yang kini menyeret rumah sakit, Nancy menegaskan pihaknya akan berupaya kooperatif dan menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian.

Meski di sisi lain, kata dia, pihaknya pun sebelumnya sudah berupaya agar kasus ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

“Mediasi (dengan pelapor) sudah dilakukan yang pertama di tanggal 6 Mei, dan kemudian mediasi kedua di tanggal 16 Mei,” katanya.

“Dan karena ini sudah masuk ke ranah kepolisian jadi kami menyerahkan prosesnya kepada pihak kepolisian, dan kami berharap prosesnya akan berjalan dengan baik. Kami berupaya untuk mediasi yang terbaik,” tambah dia.

Baca juga: Agus Predator Seks 19 Anak di Karawang Dituntut 14 tahun Bui dan Denda Rp 1 M

Darah menetes ke lantai

Sebelumnya, seorang ibu muda bernama Indah Sari Dewi (28), mengaku mendapat perlakuan tak menyenangkan dari RS Permata Keluarga Karawang, Jawa Barat.

Anaknya berinisial T yang baru berusia 4 tahun, harus mengalami muntah-muntah hingga pembuluh darahnya pecah akibat gagal diinfus sampai 12 kali di rumah sakit tersebut.