Beranda Karawang FH Unsika Kolaborasi Bareng Forum HRD Karawang, Garap Program Magang hingga Riset...

FH Unsika Kolaborasi Bareng Forum HRD Karawang, Garap Program Magang hingga Riset Kolaboratif

Fh unsika dan forum hrd karawang
Fakultas Hukum (FH) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Forum HRD Karawang Internasional Industry City (KIIC).

KARAWANG – Dalam rangka memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri, Fakultas Hukum (FH) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Forum HRD Karawang Internasional Industry City (KIIC) pada Selasa, 3 Juni 2025.

Kerjasama ditujukan untuk meningkatkan relevansi pendidikan tinggi terhadap kebutuhan dunia kerja, khususnya dalam bidang hukum ketenagakerjaan dan regulasi industri.

Kedua belah pihak sepakat untuk mengembangkan berbagai program bersama, mulai dari kuliah umum, magang mahasiswa, hingga riset kolaboratif yang menjawab tantangan hukum di dunia industri.

Baca juga: Hingga Mei 2025 Ada 2.125 Warga Karawang Kena DBD, 7 Orang Meninggal Dunia

Dekan Fakultas Hukum Unsika, Dr. Imam Budi Santoso, SH., MH. menyampaikan, kerjasama ini merupakan langkah nyata dalam mengimplementasikan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

“Kami ingin agar mahasiswa tidak hanya paham teori, tapi juga mendapat pengalaman langsung di lapangan. Forum HRD KIIC menjadi mitra strategis dalam mewujudkan hal itu,” ujarnya di Aula Fakultas Hukum Unsika.

Kerjasama ini, lanjut Imam, tidak hanya sebatas pada Fakultas Hukum tapi dengan Fakultas lainnya di Unsika. Dalam kesempatan tersebut hadir juga Dekan Fakultas Teknik, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dekan Fakultas Kesehatan dan Dekan Fakultas Ilmu Komputer.

Baca juga: Rektor Unsika di Harkitnas ke-117: Momentum Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Sementara, Ketua Forum HRD KIIC Zainul Akhwil menyambut baik kolaborasi ini. Ia menekankan pentingnya sinergi antara kampus dan pelaku industri demi menciptakan lulusan yang siap pakai dan mampu bersaing.

“Industri saat ini membutuhkan SDM yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memahami dinamika dan regulasi yang berlaku di sektor riil,” katanya.