KARAWANG – Aksi unjuk rasa dukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di depan Kantor Bupati Karawang, Jawa Barat. Massa aksi menilai MBG tidak boleh disetop demi pemenuhan gizi anak-anak.
Perwakilan koordinator massa aksi, Lusiana Sahid, menilai, penghentian program MBG akan berdampak langsung pada penurunan kualitas gizi anak-anak yang saat ini masih sangat bergantung pada pasokan makanan sehat.
“Pemenuhan gizi inilah yang diharapkan dari mulai 4 sehat 5 sempurna di masa depan, termasuk susu, itu ikan dan ayam dan daging itu kan setiap itu kan diganti-ganti menunya,” ungkap Lusiana, Rabu (24/6).
Baca juga: Pungut Pajak dari Konsumen, Dua Ritel Makanan Cepat Saji di Karawang Justru Nunggak Rp 10 Miliar
Jika program ini disetop, ia mengeklaim para orang tua khawatir anak-anak mereka akan kembali ke kondisi sulit seperti semula.
“Kalau diberhentikan, anak-anak yang biasanya sudah enak makan (bergizi) akan kembali lagi ke awal. Pulang sekolah tidak makan. Saya sendiri melihat, bahkan ada anak yang makanannya sengaja dibawa pulang dari sekolah untuk diberikan kepada orang tuanya,” katanya.
Selain mengancam asupan gizi anak-anak dari tingkat PAUD hingga SMA, massa demonstran menilai penghentian MBG akan memicu gelombang pengangguran baru dan mematikan usaha kecil.
Baca juga: Dalami Dugaan Korupsi Kredit Fiktif Perumahan, Jaksa Segel 3 Kantor Pengembang di Karawang
Selama ini, kata dia, program MBG menjadi motor penggerak ekonomi bagi pelaku UMKM, pedagang, dan petani lokal di Karawang yang bertindak sebagai pemasok bahan baku.









