Beranda Headline Karawang Jadi Tujuan Perantau Jakarta, Pendataan Penduduk Diperketat

Karawang Jadi Tujuan Perantau Jakarta, Pendataan Penduduk Diperketat

Pendatang Karawang
Arus pendatang ke Karawang meningkat seiring pesatnya sektor industri. (Foto: Ilustrasi)

KARAWANG – Arus pendatang Karawang terus meningkat seiring pesatnya pembangunan di sektor ekonomi, bisnis, kesehatan, dan pendidikan. Kondisi ini menjadikan Karawang sebagai salah satu tujuan utama para perantau, khususnya dari Jakarta, untuk mencari penghidupan yang lebih layak.

Petugas Pencatatan Sipil, Torich Haerachman, menyebutkan bahwa jumlah pendatang Karawang dari Jakarta cukup signifikan.

“Setelah kami cek, pendatang dari Jakarta yang sudah cabut berkas sebanyak 3.433 orang. Sementara yang sudah melapor pada 2025 sebanyak 3.143 orang,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada tahun yang sama terdapat 3.180 pendatang Karawang yang telah melapor, sementara 253 orang lainnya masih terindikasi belum melakukan pelaporan administrasi.

Baca juga: UBP Karawang Saring Calon Dekan dan Kaprodi Terbaik, Kini Masuk Tahap Uji Kelayakan

Sementara itu, Ketua Tim Pendaftaran dan Pelayanan Penduduk, Sofi Juhaeriah, menjelaskan bahwa kawasan industri menjadi faktor utama meningkatnya pendatang Karawang.

“Daya tarik utama tentu kawasan industri. Itu yang jadi magnet bagi warga Jakarta datang ke sini,” katanya.

Namun, ia mengungkapkan bahwa tidak sedikit pendatang Karawang yang datang tanpa kepastian pekerjaan, hanya bermodalkan harapan untuk mendapatkan pekerjaan di wilayah industri.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil melakukan pendataan terhadap penduduk non-permanen.

“Kami bersama pemerintah pusat melakukan pendataan penduduk non-permanen. Petugas juga turun langsung ke desa-desa,” ujar Sofi.

Selain sektor industri, keberadaan kampus seperti Universitas Singaperbangsa Karawang, Universitas Buana Perjuangan Karawang, dan Universitas Muhammadiyah Karawang, serta pusat perbelanjaan seperti Villagio Outlets Karawang dan Grand Outlet Karawang turut mendorong meningkatnya jumlah pendatang Karawang.

Menurut Sofi, mayoritas pendatang sebelumnya berasal dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, selain dari DKI Jakarta.

Ia menegaskan, pendatang Karawang yang ingin menetap harus mengurus administrasi kependudukan agar statusnya jelas dan dapat mengakses berbagai layanan publik.

“Pendatang yang taat akan datang ke kami untuk tarik data. Bagi yang belum, akan kami lakukan pendataan lanjutan,” katanya.

Layanan administrasi kependudukan dapat diakses melalui Dukcapil, pemerintah desa, kecamatan, hingga Gerai Mall Pelayanan Publik (MPP).

Sofi juga menyoroti masih adanya pendatang Karawang yang enggan mengubah KTP meski telah lama tinggal di wilayah tersebut.

“Padahal status kependudukan sangat berpengaruh terhadap akses layanan seperti kesehatan dan bantuan pemerintah,” jelasnya.

Baca juga: Sebaran HIV di Karawang Tertinggi Ketiga se-Jabar, Penderita di Usia 15 Tahun Meningkat

Ia menambahkan, ketidakjelasan administrasi juga dapat berdampak pada urusan keluarga di masa depan.

Sebagai penutup, Sofi mengimbau masyarakat yang telah tinggal di Karawang namun masih ber-KTP luar daerah untuk segera mengurus administrasi kependudukan.

“Kami tunggu kehadiran masyarakat. Semua layanan gratis dan proses tarik data bisa dilakukan secara real time,” pungkasnya. (*)