
KARAWANG – DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Karawang resmi dilantik dalam sebuah acara khidmat yang digelar di Aula Husni Hamid, Pemerintah Daerah Karawang. Momentum pelantikan ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga diikuti dengan rangkaian kegiatan strategis organisasi.
Ketua DPC GMNI Karawang, Muhamad Alfani Husen, menyampaikan bahwa usai pelantikan, pihaknya langsung menggelar Dies Natalis GMNI serta melaksanakan Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD). Kegiatan tersebut dihadiri oleh para calon kader dan kader GMNI dari berbagai daerah di Jawa Barat.
“Ini bukan sekadar pelantikan, tetapi langkah awal konsolidasi gerakan. Kami langsung bergerak dengan Dies Natalis dan kaderisasi sebagai bentuk komitmen membangun kader ideologis dan progresif,” ujar Alfani.
Baca juga: RS Bayu Asih Pastikan PT Bangun Budi Persada Jaya Tak Laporkan Kecelakaan Kerja
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal DPP GMNI, Patra Dewa, turut memberikan sambutan yang menyoroti dinamika global, khususnya terkait perang ekonomi internasional. Ia menegaskan pentingnya peran kader GMNI dalam membaca situasi global dan memperkuat posisi gerakan mahasiswa di tengah tantangan tersebut.
“Kader GMNI harus mampu melihat arah konflik ekonomi global dan mengambil posisi yang jelas, berpihak pada kepentingan rakyat serta kedaulatan nasional,” tegasnya.
Opening ceremony acara ini juga dihadiri oleh sejumlah kader militan dan tokoh senior GMNI Karawang. Tampak hadir para pendahulu Ketua DPC GMNI Karawang dari berbagai periode, mulai tahun 2008 hingga 2022, di antaranya Bung Kusnadi, Bung Dian Suryana, Bung Putra Muhammad Wifdi Kamal, Bung Muhammad Azmi, hingga Bung Arief Kurniawan.
Kehadiran para senior tersebut menjadi simbol kesinambungan perjuangan organisasi serta dukungan terhadap kepengurusan baru.
Selain itu, para pendiri DPK GMNI UBP Karawang juga turut hadir dan menyatakan dukungan penuh terhadap soliditas organisasi. Mereka menegaskan bahwa DPC GMNI Karawang harus tetap satu dan tidak terpecah. Tokoh-tokoh tersebut di antaranya Bung Muhtar, Bung Aditya Permana, Bung Asan Azhari, dan Bung Karsono Bahari.













