Beranda Headline Sebaran HIV di Karawang Tertinggi Ketiga se-Jabar, Penderita di Usia 15 Tahun...

Sebaran HIV di Karawang Tertinggi Ketiga se-Jabar, Penderita di Usia 15 Tahun Meningkat

Sebaran hiv karawang
Ilustrasi HIV dan AIDS. Dok: istimewa

KARAWANG – Alarm bahaya penyebaran HIV semakin nyata. Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar) kini menempati peringkat ketiga sebaran kasus tertinggi di Jabar per tahun 2026.

Merujuk data Badan Pusat Statitstik (BPS) Jabar, pada triwulan pertama 2026 Kabupaten Bogor menempati urutan tertinggi dengan temuan 389 kasus, disusul Kabupaten Sukabumi 123 kasus dan Kabupaten Karawang sebanyak 188 kasus baru.

Adapun data dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Karawang, tercatat bahwa sejak tahun 2000 hingga Maret 2026, total kasus HIV di Karawang telah mencapai 4.733.

Baca juga: Alami Kecelakaan Kerja, BPJamsostek Belum Terima Laporan PT Bangun Budi Persada Jaya

Staff Program KPA Karawang, Yana menyebut, meski secara tahunan terjadi penurunan dari 886 kasus di 2024 menjadi 757 kasus di 2025, angka di awal tahun ini menunjukkan penyebaran masih aktif dan perlu penanganan intensif.

Yang mengkhawatirkan mayoritas kasus baru berasal dari usia produktif 20–49 tahun dengan 119 kasus.

Berdasarkan kelompok risiko, angka tertinggi berasal dari Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) sebanyak 76 kasus. Penularan didominasi oleh perilaku seks berisiko, baik dalam hubungan sesama jenis maupun heteroseksual.

Baca juga: Kolaborasi Swiss-Belhotel Karawang Hadirkan Wedding Experience Premium di Karawang

Namun sorotan utama kini mengarah pada kelompok remaja. KPA Karawang mencatat peningkatan kasus pada usia 15–19 tahun.

Sepanjang 2025 terdapat 38 kasus, dan hingga Maret 2026 sudah muncul 10 kasus baru dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Fenomena ini mengindikasikan bahwa penyebaran HIV telah masuk ke lingkar generasi muda dengan pola yang semakin cepat.

Dia menjlai rendahnya kesadaran masyarakat menjadi hambatan terbesar dalam pengendalian HIV.

“Banyak yang belum sadar atau enggan melakukan tes. Mereka biasanya datang saat kondisi sudah sakit, bukan saat masih bisa dicegah sejak dini,” ujarnya pada Senin, (27/4).