
KARAWANG – Menjadi seorang magister merupakan impian banyak orang. Hal itu juga menjadi cita-cita almarhum Emay Ahmad Maehi yang terus diwujudkannya hingga akhir hayat. Meski telah tiada, semangat almarhum Emay Ahmad Maehi dalam menuntut ilmu di Jurusan Magister Pendidikan Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) tetap dikenang oleh keluarga dan kerabat.
Istri almarhum, Reni, mengungkapkan bahwa almarhum Emay Ahmad Maehi, S.Ag., S.H., M.Pd., memiliki semangat tinggi dalam menempuh pendidikan.
“Bapak kuliah Strata 1 di Yogyakarta, kemudian melanjutkan Magister Hukum di UBP. Mengingat beliau merupakan putra kiai, akhirnya melanjutkan Magister Pendidikan Agama Islam di Unsika,” ungkapnya.
Dengan mata berkaca-kaca, Reni menuturkan motivasi almarhum Emay Ahmad Maehi untuk memperdalam ilmu agama karena dinilai linear dengan pendidikan sebelumnya.
Baca juga: 173 Mahasiswa Unsika Diwisuda, Rektor Bagikan 7 Pesan Penting soal Kehidupan
“Sebenarnya bapak tidak memiliki riwayat sakit. Setelah Lebaran beliau sempat berolahraga seperti biasa. Namun siangnya saat beristirahat setelah olahraga, beliau mengalami sesak napas,” terangnya.
Ia mengatakan, almarhum Emay Ahmad Maehi kemudian dilarikan ke rumah sakit dan berdasarkan hasil diagnosis dinyatakan mengalami serangan jantung.
Reni juga mengenang pesan almarhum terkait pentingnya pendidikan dan semangat menuntut ilmu sepanjang hayat.
“Beliau berpesan bahwa menuntut ilmu tidak memandang umur, karena mencari ilmu adalah kewajiban dari buaian sampai liang lahat,” ucapnya.
Selain itu, almarhum Emay Ahmad Maehi juga berpesan agar anak-anaknya terus menempuh pendidikan hingga jenjang tertinggi.
Sementara itu, adik almarhum, Siti Hamimah, SH., MH., menceritakan bahwa almarhum Emay Ahmad Maehi dikenal aktif di berbagai organisasi dan memiliki banyak prestasi. Bahkan, ia pernah menerima penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Karawang atas dedikasi dan pengabdiannya.
“Beliau pernah menjabat Ketua KPU Kabupaten Karawang. Sebelum wafat juga sempat menjadi Ketua Kadin Kabupaten Karawang,” katanya.
Tak hanya itu, almarhum Emay Ahmad Maehi juga pernah menjabat Ketua PCNU Kabupaten Karawang serta aktif dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Dalam bidang akademik di Unsika, almarhum menulis tesis berjudul “Analisis Strategi Pengembangan Pendidikan Islam dalam Membina Pemahaman Moderasi Beragama: Studi Kasus di Kementerian Agama Kabupaten Karawang.”
Semasa kuliah di Unsika, almarhum Emay Ahmad Maehi berhasil meraih IPK 3,65, sebuah capaian yang menunjukkan kesungguhan dan dedikasinya dalam dunia pendidikan.
Baca juga: Inspiratif, Rayfal Fahmi Lulus dari Unsika dengan Skripsi Inovatif dan Segudang Prestasi Akademik
Sebelumnya, ia juga memperoleh penghargaan dari Kementerian Agama Kabupaten Karawang, yang semakin melengkapi jejak pengabdian dan kontribusinya bagi masyarakat.
Perjalanan hidup almarhum Emay Ahmad Maehi menjadi bukti bahwa semangat belajar, pengabdian, dan dedikasi terhadap pendidikan dapat menjadi warisan berharga yang terus menginspirasi banyak orang, bahkan setelah seseorang tiada. (*)








