Beranda Headline Bakal Digusur, MUI Karawang Sambangi Mushola At-Taubah, Warga Minta Kompensasi

Bakal Digusur, MUI Karawang Sambangi Mushola At-Taubah, Warga Minta Kompensasi

KARAWANG- Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karawang meninjau langsung lokasi Mushola At- Taubah yang berada di Pasar Jati, RT 14 RW 05, Desa Kalangligar, Telukjambe Barat Karawang.

Hal itu sebagai upaya MUI Karawang menindaklanjuti audiensi warga Pasar Jati di Kantor MUI Karawang, pada Kamis (5/8/2022).

Ketua MUI Karawang, Dr. KH. Tajudin Noor didampingi jajaran pengurus melakukan musyawarah bersama puluhan warga dan pemdes Karangligar di dalam musholah.

Dr. KH. Tajudin Noor berjanji akan menyampikan segala aspirasi warga setempat kepada Pemerintah untuk dicarikan solusi terbaik.

Baca Juga: Mushola Terancam Kena Gusur Proyek Jalan, Warga Menolak, Ngadu ke MUI Karawang

“Tadi kami telah banyak menerima masukan dari masyarakat, agar pemerintah mencarikan solusi terbaik atas permasalahan ini,” kata Tajudin, Jum’at (5/8/2022)

Ia juga mengungkapkan warga menuntut agar Pemkab ataupun pemborong memberikan kompensasi pembanguan kembali musholah At- Taubah dan PAUD Nusa Indah.

“Ini mushola nya aktif, sering di pakai sholat warga sekitar, bahkan tadi juga ibu-ibu menyampikan mushola ini juga aktif jadi tempat pengajian ibu-ibu, selain itu sejadah juga masih terpasang beda dengan kasus di Kiara Ayan yang sudah tidak aktif,” jelasnya.

Sementara itu Sekretaris Desa Karangligar, Yosi Apriani menyebut pihaknya telah berkirim surat kepada Dinas PUPR Kabupaten Karawang, namun belum direspon.

Baca Juga: Pesta Rakyat Simpedes: Upaya BRI Dorong Pelaku UMKM Go Digital

“Segala upaya telah kita tempuh, termasuk menyampaikan aspirasi warga ke Dinas PUPR Karawang, namun sudah satu Minggu belum ada kejelasan,” kata Yosi.

Yosi juga menyebut ada sekitar 19 KK yang terdampak dari proyek pelebaran jalan tersebut. Rata-rata rumah dan ruko semi permanen yang bakal tergusur.

Baca Juga :   MUI Karawang Surati Bupati, Minta Kontraktor Relokasi Mushola At- Taubah

“Ada 19 KK, kebanyakan ruko semi permanen yang tergusur, mereka minta Kompensasi,” pungkasnya. (ddi)

Artikel sebelumnyaDiduga Sarat Muatan Politis, Warga Tolak Event Pesta Rakyat di Karawang
Artikel selanjutnyaEks Pentolan Partai Hanura Gabung PDIP Karawang, Siap Nyaleg di 2024