Beranda Headline KKN UBP Karawang 2026 Berakhir, Inovasi Sampah hingga Bank Sampah Digital Jadi...

KKN UBP Karawang 2026 Berakhir, Inovasi Sampah hingga Bank Sampah Digital Jadi Unggulan

KKN ubp karawang
Ketua acara sekaligus peraih Juara 1 Lomba Inovasi KKN 2026 UBP Karawang, Rifqi Maulana. (Foto: Istimewa)

Ketua acara sekaligus peraih Juara 1 Lomba Inovasi KKN 2026 UBP Karawang, Rifqi Maulana dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Manajemen, mengatakan Desa Pasirtalaga memiliki potensi untuk menjadi lokasi pengembangan inovasi pengelolaan limbah organik dan anorganik.

“Kami berfokus pada sistem pengelolaan sampah yang tidak hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga memberi dampak ekonomi dan sosial yang nyata bagi masyarakat,” ujar Rifqi.

Dalam pengolahan sampah organik, mahasiswa menciptakan alat pencacah dan pengaduk kompos otomatis. Sampah sisa makanan dan sayuran dicacah, kemudian difermentasi bersama tanah di dalam wadah galon untuk diolah menjadi pupuk kompos dan eco-enzyme.

Untuk menjaga keberlanjutan inovasi, tim KKN juga mengembangkan aplikasi berbasis digital bernama Nyuburkeun. Aplikasi interaktif dengan konsep permainan tersebut membantu warga memantau proses pembuatan pupuk dan eco-enzyme, mulai dari tingkat kematangan, perubahan warna, aroma, hingga teksturnya.

Baca juga: BEM dan BLM FIK UBP Karawang Resmi Dilantik, Rektor Minta Pengurus Baru Tancap Gas dalam 6 Bulan

Inovasi juga diterapkan pada sistem Bank Sampah desa. Pencatatan transaksi sampah anorganik kini diintegrasikan secara digital. Hasil penukaran sampah dapat dikonversi menjadi saldo dompet digital seperti GoPay dan ShopeePay maupun ditransfer melalui rekening bank.

Sementara untuk sampah anorganik yang sulit didaur ulang, seperti kemasan plastik rencengan, mahasiswa mengedukasi warga untuk mengolahnya menjadi ecobrick. Produk ecobrick tersebut kemudian dirangkai menjadi meja belajar yang disalurkan ke tempat pengajian anak-anak di Desa Pasirtalaga.

Selain program lingkungan, KKN UBP Karawang di Desa Pasirtalaga juga diisi dengan kegiatan sosial, di antaranya sosialisasi pencegahan tawuran remaja serta pendampingan kegiatan keagamaan masyarakat.

Seluruh peralatan pencacah, pengaduk kompos, serta sistem aplikasi yang dikembangkan mahasiswa kemudian diserahterimakan kepada Pemerintah Desa Pasirtalaga. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan program sehingga manfaatnya tetap dirasakan masyarakat meski kegiatan KKN telah berakhir.