
“Kita berkewajiban untuk membuka diri, untuk menerima dan mendorong kader-kader terbaik Nahdlatul Ulama Karawang agar maju dalam proses pencalonan legislatif dari partai politik manapun,” ujarnya.
Baca juga: Menilik Keberadaan Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Karawang
Sebagai contoh, ungkap Jenal, beberapa kader PCNU Karawang kini siap bertarung di sejumlah parpol berbeda pada Pileg 2024 mendatang. Artinya menjadikan NU sebagai senjata mobilisasi dukungan tak lagi berlaku.
Keanekaragaman warna politik di PCNU Karawang membuktikan bahwa kader NU tidak identik satu partai saja. Kader NU, baginya bisa berkontribusi di mana pun dia berada.
“Buktinya hari ini, kita sudah mulai memiliki keberagaman warna partai politik. Ada yang maju di Partai Nasdem, ada yang di PDI-Perjuangan, Demokrat, Gerindra, PPP dan beberapa partai lainnya gitu, mungkin termasuk ada yang maju melalui PKB juga,” tandas Jenal. (*)








