PURWAKARTA-Pemerintahan Desa Panyindangan diduga lumpuh, Kepala Desa Panyindangan Abdul Karim jarang ngantor dikantor desa.
Dikatakan Kepala Desa Panyindangan Abdul Karim belakangan kerap disibukkan dengan kegiatan pernikahan warga, bahkan diperoleh informasi pernikahan bukan diwilayah Purwakarta saja bahkan diluar Purwakarta.
Media pun kesulitan menghubungi Kepala Desa tersebut, bahkan staf desa hingga Sekdes Panyindangan tidak bisa menghubungi Kepala Desa Panyindangan Abdul Karim.
“Saya sudah sampaikan pertanyaan dari wartawan, namun jawabannya sedang ada kegiatan terus,”jelas Sekdes Panyindangan Dadan Maulana Senin (1/7).
“Ditambah lagi sulit untuk komunikasi, bahkan kita tidak tahu harus bagaimana lagi,”ucapnya.
Hal serupa dikatakan Jaenudin yang mau menemui Kepala Desa Panyindangan Abdul Karim untuk keperluan lainnya.
“Cukup lama saya menunggu, tapi Kadesnya tidak ada,”ujar Jaenudin Senin (1/7).
“Katanya dia lagi ada acara mantenan, tapi gak tahu juga acaranya dimana, saya sudah capek menunggu,”ujarnya.
Kondisi ini diduga sudah berlangsung lama, bahkan sebelumnya dikatakan staf Desa Panyindangan bahwa Kepala Desa jarang kekantor, begitu juga dengan anaknya yang menjabat Dirut BUMDes dan bendahara desa yang dijabat oleh menantunya.
Ini merupakan kondisi buruk bagi pemerintahan desa, apalagi belum ada keterangan dari Kepala Desa terkait dugaan penyalahgunaan anggaran dana desa untuk ketahanan pangan, BUMDes, dan anggaran lainnya, belum lagi kondisi wilayah desa yang masih belum ada solusi akibat diterjang bencana, terlebih lagi perpanjangan jabatan sudah didepan mata.
Mahasiswa yang tergabung dalam PMII beberapa waktu lalu pun sempat melakukan aksi ke Pemkab Purwakarta untuk menyikapi kondisi Panyindangan dan Pasanggrahan yang diterjang bencana, lalu bagaimana dengan Kepala Desa Panyindangan yang sibuk mengantar pengantin.(trg)









