Beranda Headline Limasan Coffee Karawang: Hidden Gem Estetik, Sensasi Ngopi di Rumah Jawa Tempo...

Limasan Coffee Karawang: Hidden Gem Estetik, Sensasi Ngopi di Rumah Jawa Tempo Dulu

Limasan coffee karawang
Pengunjung Limasan Coffee Karawang memamerkan salah satu produk cafe.

KARAWANG – Di tengah menjamurnya kafe modern dengan konsep industrial dan minimalis, Limasan Coffee Karawang menawarkan pengalaman berbeda.

Tempat nongkrong yang berada di kawasan Telukjambe Timur ini menghadirkan suasana rumah khas Jawa tempo dulu yang hangat, penuh kenangan, dan sarat nilai budaya.

Berlokasi di belakang SD Puri Artha, Blok B Jalan Puri Telukjambe Nomor 34, Desa Sirnabaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Limasan Coffee menjadi destinasi favorit bagi warga yang ingin menikmati kopi sambil merasakan nuansa kampung halaman.

Baca juga: SDN Palumbonsari IV Karawang Kembangkan Budaya Literasi lewat Program Serasi

Begitu memasuki area kafe, pengunjung langsung disambut bangunan bergaya rumah limasan khas Jawa lengkap dengan berbagai ornamen dan koleksi barang antik. Mulai dari lampu jadul, kipas angin lawas, meja dan kursi kayu klasik, hingga motor Vespa, Yamaha L2 Super era 1970-an, serta sepeda ontel yang menghiasi beberapa sudut ruangan.

Pengelola Limasan Coffee, Lukman Abdul Jabbar menjelaskan, konsep limasan dipilih karena pemilik kafe merupakan perantau asal Jawa yang ingin menghadirkan suasana kampung halaman di Karawang.

“Konsepnya memang rumah Jawa. Pemilik ingin membawa suasana Jogja ke Karawang agar orang bisa makan, ngopi, sekaligus bernostalgia,” ujar Lukman pada Selasa, (16/6).

Limasan Coffee karawang
Limasan Coffee Karawang menawarkan pengalaman berbeda. Tempat nongkrong yang berada di kawasan Telukjambe Timur ini menghadirkan suasana rumah khas Jawa tempo dulu yang hangat, penuh kenangan, dan sarat nilai budaya.

Menariknya, bangunan limasan tersebut didatangkan langsung dari Yogyakarta. Struktur rumah dirakit menggunakan sistem sambungan kayu tradisional tanpa menggunakan paku, layaknya menyusun puzzle raksasa.

“Bangunannya memang dibawa dari sana, lalu dirakit kembali di sini. Kayu-kayunya saling mengunci satu sama lain,” katanya.

Baca juga: MUI Dukung Ketegasan Bupati Karawang Sikat THM Nakal Tanpa Tebang Pilih

Limasan Coffee mulai dibangun pada 2014. Awalnya tempat ini hanya beroperasi sebagai restoran keluarga. Seiring berkembangnya tren ngopi dan meningkatnya minat anak muda terhadap kedai kopi, pengelola kemudian menghadirkan berbagai menu kopi kekinian tanpa meninggalkan konsep tradisional yang menjadi ciri khasnya.

Limasan coffee karawang
Pengelola Limasan Coffee, Lukman Abdul Jabbar.

Untuk menu andalan, Limasan Coffee menggunakan biji kopi Arabika dari petani lokal. Salah satu favorit pengunjung adalah Respati, kopi susu gula aren dengan cita rasa creamy dan manis yang seimbang.

Selain itu, terdapat menu unik bernama Golden Hour, perpaduan kopi Arabika, lemon, dan berry yang menghadirkan sensasi segar dengan kombinasi rasa asam dan manis.

Tak hanya kopi, tersedia pula berbagai minuman non-kopi serta aneka camilan seperti cireng, pisang goreng, tempe mendoan, dan dimsum mentai. Bagi yang ingin makan berat, tersedia menu nasi goreng hingga nasi ayam.

Harga makanan dan minuman di Limasan Coffee cukup ramah di kantong, berkisar antara Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per porsi.

Baca juga: Soal Video Viral, RSUD Jatisari Jelaskan Biaya Pemeriksaan Pasien DOA

Kenyamanan pengunjung juga didukung oleh pilihan area duduk indoor maupun outdoor yang didominasi furnitur kayu, sehingga menciptakan suasana santai dan akrab untuk berkumpul bersama keluarga, sahabat, maupun rekan kerja.

Sebagai hiburan tambahan, setiap malam Minggu Limasan Coffee menghadirkan pertunjukan live music yang dapat dinikmati para pengunjung sambil bersantai menikmati suasana malam.

Dengan perpaduan konsep rumah tradisional Jawa, koleksi barang antik, serta sajian kopi berkualitas, Limasan Coffee menjadi salah satu destinasi nongkrong unik di Karawang yang menawarkan lebih dari sekadar secangkir kopi, tetapi juga perjalanan nostalgia ke masa lalu. (*)