Beranda Headline Soal Dugaan Serobot Lahan, Pengembang Kartika Residence Bakal Digugat Rp5 Miliar

Soal Dugaan Serobot Lahan, Pengembang Kartika Residence Bakal Digugat Rp5 Miliar

KARAWANG – Buntunya mediasi ihwal dugaan penyerobotan lahan PT. Pramatra oleh PT. Bumi Arta Sedayu, kini memasuki babak baru. Kuasa hukum PT. Pramatra, bakal mengugat pengembang perumahan Kartika Residence tersebut melalui Pengadilan Negeri (PN) Karawang.

Kuasa hukum PT. Pramatra, Alex Safri Winando menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya bakal menggugat pihak-pihak yang berperan dalam proses akad kredit di atas tanah seluas 1244 m2 milik kliennya.

“Dalam waktu dekat kami akan layangkan gugatan melalui PN Karawang. Pertama ke PT. Bumi Arta Sedayu, Bank Tabungan Negara (BTN), serta notaris terkait yang memproses akad kredit di tanah klien kami,” jelasnya, Selasa (19/10).

Baca juga: Diduga Serobot Lahan, Pengembang Kartika Residence Dipolisikan

Dijelaskannya, poin-poin tuntutan yang dilayangkan, yakni meminta PT. Bumi Arta Sedayu untuk membeli tanah tersebut sesuai permintaan kliennya. Selanjutnya, mengganti kerugian immateril penggugat sebesar Rp5 Miliar.

“Adapun untuk BTN dan notaris, kita minta agar tunduk dan patuh terhadap tuntutan kita, dan proses akad kreditnya harus dibatalkan demi hukum,” papar Alex.

Sebelumnya, pihaknya sempat lakukan mediasi dengan pihak pengembang perumahan yang berlokasi di Desa Kondangjaya, Kecamatan Klari ini terkait permasalahan tersebut, namun berujung deadlock.

Baca juga: Dituding Langgar Aturan, Akad Kredit BTN dan Kartika Residence Minta Dibatalkan

“Kami sudah dua kali lakukan pertemuan, mereka (Kartika) menawarkan untuk membeli tanah seluas 1244 m2 tersebut, hanya belum ada kesepakatan.”

Pasalnya, PT. Pramatra meminta harga di kisaran Rp4 juta per meter, sesuai harga jual tanah saat ini, namun menurutnya, pihak Kartika Residence kekeuh menawarkan di angka Rp200 ribu per meter. “Selisihnya jauh, padahal kita sesuaikan dengan harga hook di perumahan mereka,” tandasnya.

Baca Juga :   Purwakarta Sabet Anugerah Layanan Investasi 2021

Terjadinya tawar menawar tersebut, lanjut Alex, secara tidak langsung menggambarkan bahwa pengembang Kartika Residence mengakui tanah tersebut masih milik kliennya.

“Kalau merasa punya bukti yang cukup dan legalitas yang jelas, gak mungkin dong mereka berniat membeli tanah klien kami,” tegasnya. (kii)

Artikel sebelumnyaMomen Maulid Nabi, ACT Karawang Bagi-bagi Beras untuk Lansia
Artikel selanjutnyaSikapi Kebijakan Eksekutive, PAN Siap Gunakan Hak Interpelasinya