Beranda Headline Divonis Bebas, Valencya Sebut Masih Hadapi Kasus Lain dari Sang Mantan Suami

Divonis Bebas, Valencya Sebut Masih Hadapi Kasus Lain dari Sang Mantan Suami

KARAWANG – Perjuangan Valencya menghadapi mantan suaminya nampaknya belum usai. Setelah divonis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Karawang, Kamis (2/12), ia mengaku masih menghadapi tiga kasus hukum lainnya.

“Ini bukan kasus saya satu-satunya, masih ada kasus lain. Maka berikutnya, saya menguasakan kuasa hukum saya ke 11 pengacara,” kata Valencya.

Diketahui, masih ada tiga kasus lain yang sedang dijalani Valencya. Baik Valencya, maupun kuasa hukum yang baru, Asep Agustian, tidak merinci kasus apa saja yang saat ini sedang menjerat kliennya.

Dalam kesempatan itu, Valencya juga memberi ultimatum kepada pihak-pihak yang diduga masih mencemarkan nama baiknya di media sosial. Ia tak segan-segan bakal melaporkan pemilik akun bila tidak berhenti melakukan dugaan pencemaran nama baik.

“Sudah, sudah 20 tahun saya difitnah. Stop semua fitnah dan rekayasa,” bebernya.

Menurutnya, ada beberapa orang yang masih berkata tidak benar terhadap dirinya di media sosial. S alah satunya yang dulu pernah jadi karyawan di tokonya.

Di sisi lain, sambil menangis haru, Valencya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kasus hukum yang menimpanya.

“Tanpa bantuan masyarakat, saya tidak bisa membayangkan apa yang akan menimpa saya. Tanpa masyarakat, saya bukan apa-apa,” kata Valencya didampingi kuasa hukumnya di luar ruangan sidang.

Valencya juga menyinggung soal tiga kasus hukum yang masih ia jalani di luar kasus dugaan KDRT yang sudah divonis bebas.

Sementara itu, kuasa hukum baru yang ditunjuk Valencya, Asep Agustian beserta 10 pengacara lainnya menyampaikan, bakal mengawal jalannya kasus lain yang menjerat Valencya.

“Maka pada saat ini kami sampaikan (kepada Chan) sudahilah persoalan ini. Semua jadi bubuk, jadi abu, untuk apa?” kata Askun, sapaan akrabnya.

Baca Juga :   Siloam Hospitals Cikarang Bagikan 3 Sapi Kurban untuk Masyarakat

“Chan itu bukan orang Indonesia. Saya katakan sekali lagi, Chan itu bukan orabg Indonesia. Chan tidak punya rasa terima kasih terhadap seorang istri yang jadi sponsor dia sehingga dia menjadi seorang WNI. Cobalah Chan menyadarkan diri. Jangan mencari persoalan, yang sudah, sudahilah,” tandas Ketua Peradi Karawang ini.

Artikel sebelumnyaPuluhan Peserta Dari Purwakarta Ikuti Pelatihan BengkelĀ 
Artikel selanjutnyaBelajar dari Kasus Valencya, Rieke: Perempuan Jangan Takut Bicara