
KARAWANG – Berawal dari pelatihan persiapan purna bakti, kini lahir sebuah usaha kuliner sehat yang terus berkembang di Perumahan Bukaper, Karawang. Dialah Tini Sumiati (53) atau yang akrab disapa Umi Fais, pelaku UMKM dengan brand Umima.ind yang menghadirkan lebih dari 25 varian produk makanan dan minuman sehat serta unik.
Usaha ini bermula pada 2024, saat sang suami yang bekerja di BMJ mengikuti pelatihan persiapan pensiun di Lembang. Pelatihan tersebut membekali peserta dan pasangan dengan wawasan usaha serta pengelolaan finansial agar tetap produktif setelah purna tugas.
Meski awalnya tak memiliki bayangan akan berbisnis, Umi Fais mengikuti pelatihan tersebut sebagai bekal masa depan.
Baca juga: Kapolda Jabar Pantau Langsung Gerakan Pangan Murah di Karawang saat Ramadan
Tak lama setelah pulang dari pelatihan, muncul dorongan kuat untuk memulai usaha. Ide itu datang begitu saja. “Kayaknya besok harus bikin minuman atau makanan sehat,” kenangnya.
Dari Infused Water Hingga 25+ Produk

Produk pertama yang dibuat adalah infused water. Umi Fais yang rutin berolahraga pagi di kawasan Karangpawitan terinspirasi menghadirkan minuman sehat. Produk tersebut dibawa ke lingkungan pabrik BMJ dan mendapat respons positif—hingga tiap departemen melakukan pemesanan rutin.
Dari sana, inovasi terus berkembang. Ia mulai memproduksi salad buah, dengan komposisi yang disesuaikan berdasarkan referensi kesehatan dan anjuran dokter. Tidak semua buah digunakan; hanya yang benar-benar baik untuk kesehatan. Tambahan almond dan pengurangan gula menjadi ciri khasnya.
Kemudian lahirlah varian minuman Aloe Vera mix sari buah murni seperti jeruk, guava, dan apel. Semua bahan dipilih premium, dengan kadar gula yang diminimalkan. “InsyaAllah tidak ada bahan non-premium,” ujarnya.
Kini, produk Umima.ind berkembang pesat, meliputi: Infused water, Aloe Vera mix juice, Salad buah & salad sayur ayam fillet, Stuff roti (best seller), Puding aneka ukuran (ulang tahun, tunangan, prasmanan), Moovin tiramisu (best seller), Mini cake, Pisang roll & pisang lava, Banana pudding, Aneka pastry & spring roll, Hingga aneka buko spesial Ramadhan.
Total varian produknya telah mencapai lebih dari 25 jenis, dan terus bertambah seiring kreativitas yang tak pernah berhenti.
Pasar Anak-Anak, Umpan Balik Paling Jujur
Menariknya, pasar terbesar Umima.ind justru anak-anak di lingkungan Bukaper. Salad buah dan stuff roti menjadi favorit mereka.
“Kalau anak-anak bilang enak, ya memang enak. Mereka nggak bisa bohong,” kata Umi sambil tersenyum.
Distribusi dilakukan melalui sistem open PO dan delivery order (DO) via WhatsApp. Umi Fais belum merambah platform online seperti GoFood, karena masih fokus pada pelayanan langsung dan kualitas produk.
Namun setiap pekan, ia rutin menyuplai koperasi contohnya setiap Senin mengirim 26 cup puding, 15 salad, 20 botol Aloe Vera. Kemudian Selasa & Kamis juga jadwal suplai rutin dan khusus Jumat ada tambahan 20–40 cup tiramisu khusus meeting BMJ.
Harga produknya pun terjangkau, mulai dari Rp3.000 hingga Rp10.000 untuk cup kecil. Loyang puding dibanderol Rp60.000–Rp100.000, puding ulang tahun Rp130.000, hingga prasmanan Rp150.000.
Motto: Besar Kecil Usaha, Harus Berbagi

Menariknya, Umi Fais menjalani usahanya tanpa ambisi berlebihan. Ia tidak pernah meminjam modal dari bank. Modal awal pun berasal dari dukungan sang suami.
“Umi nggak pernah merasa rugi. Ada saja rezekinya,” tuturnya penuh syukur.
Bagi Umi Fais, usaha bukan sekadar soal omzet. Ia dan suami berkomitmen bahwa besar kecil usaha harus tetap berbagi, terutama kepada guru-guru dan lingkungan sekitar.
Ia pun belum bergabung dalam naungan UMKM Pemda, meski memiliki keinginan ke arah sana. Untuk saat ini, fokusnya adalah terus belajar, berkreasi, dan menikmati proses.
Baca juga: Investasi Karawang Melonjak, LippoLand Perkuat Ekosistem Hunian Modern
Setiap melihat referensi makanan kekinian di TikTok, ia langsung mempraktikkannya di dapur, dengan racikan khasnya sendiri, bukan sekadar meniru.
Ke depan, Umi Fais berencana menghadirkan menu lauk sehat sebagai teman nasi, melengkapi lini produknya yang sudah beragam.
Terakhir Umi Fais menegaskan, bahwa baginya kebahagiaan terbesar terletak pada penjualan, tetapi saat melihat pembeli menikmati produknya. (*)












