PURWAKARTA-PT Bangun Budi Persada Jaya sebagai pelaksana kegiatan pembangunan gedung perkuliahan UPI Kampus Purwakarta dengan anggaran Rp. 33 Milyar tak bisa tunjukkan kepesertaan BPJamsostek pekerja yang bekerja di proyek pembangunan tersebut.
Sebelumnya salah satu pekerja mengalamj kecelakaan kerja akibat terkena balok kayu yang jatuh dari atas saat dirinya melakukan kegiatan pengelasan di bawah bangunan.
Tak ayal balik kayu yang mendarat tepat dikepalanya mengakibatkan luka yang menganga sehingga berakhir dengan sepuluh jahitan saat dilarikan ke RS Bayu Asih Purwakarta.
“Balok kayu jatuh dari atas, saat saya mengerjakan pengelasan dibawah gedung,” jelas Adam warga Bandung pekerja yang mengalami kecelakaan Sabtu (25/4).
“Saya langsung dibawa ke RS, terpaksa dijahit karena luka dikepala cukup besar,” ungkapnya.
“Semua biaya ditanggung pihak perusahaan, kalau untuk kepesertaan BPJamsostek saya tidak tahu, karena kartu peserta juga saya tidak punya,” ujarnya.
Sementara pihak pelaksana pembangunan sendiri saat diminta data BPJamsostek untuk para pekerjanya belum bisa menunjukkan dengan dalih datanya ada di kantor pusat.
“Datanya ada di kantor pusat,” tulis Budi pelaksana pembangunan melalui pesan singkat.
Dari pantauan di lapangan baik pekerja maupun mandor yang ada di lingkungan pekerjaan pembangunan tidak bisa menunjukkan kepesertaan BPJamsostek nya, bahkan saat ditanya mereka hanya mengatakan tidak punya dan tidak tahu, terlebih lagi banyak diantara pekerja yang tidak menjalankan standard K3. (trg)









