
Dampaknya bukan hanya suhu yang lebih panas, tetapi juga peningkatan intensitas dan frekuensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, kekeringan, gelombang panas, dan kebakaran hutan.
Baca juga: YLBH Sanggabuana Apresiasi Jaksa Tuntut Maksimal Pemilik Ponpes yang Cabuli Santriwati di Karawang
“Jika tidak ada intervensi, tren pemanasan ini akan terus berlanjut dan berkontribusi pada peningkatan risiko bencana di masa depan,” katanya.
BMKG menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, baik dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, maupun masyarakat sipil, untuk menghadapi tantangan perubahan iklim.
“Mitigasi dan adaptasi harus dilakukan secara simultan. Pengendalian emisi karbon, reforestasi, pemanfaatan energi terbarukan, serta pembangunan berbasis tata ruang berkelanjutan menjadi kunci utama,” pungkasnya. (*)








