Beranda Karawang Advokasi Lansia Perempuan, Andil Sahate Gelar Pelatihan PPRG untuk Pemdes di Karawang

Advokasi Lansia Perempuan, Andil Sahate Gelar Pelatihan PPRG untuk Pemdes di Karawang

KARAWANG – Program Andil Sahate atau Anggaran Desa bagi Lansia Sehat, Terampil dan Sejahtera gelar pelatihan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) bagi pemerintah desa di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Jumat sampai dengan Minggu (21-23/1/2022).

Pelatihan yang dilaksanakan di salah satu hotel di kawasan Telukjambe Timur, Kabupatan Karawang ini diikuti oleh para kepala desa dan perangkat desa dari Desa Telukjambe dan Desa Pinayungan Kecamatan Telukjambe Timur serta Desa Karanganyar dan Desa Curug Kecamatan Klari serta dihadiri oleh Asisten Daerah 1 dan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Karawang.

Manajer program Andil Sahate Vina Kurnia mengatakan, pelatihan ini merupakan bagian dari upaya mengentaskan permasalahan sosial bagi para Lansia. Karena menurut Vina, isu Lansia jarang menjadi perhatian pemerintah dan jadi bagian dari program pemberdayaan, bahkan cenderung termajinalkan, padahal menurutnya kerentananan kaum Lansia merupakan bagian dari permasalahan sosial.

Vina memberi contoh banyak ditemukannya Lansia di perkotaan yang jadi gelandangan, pengemis dan lain-lain disebabkan banyak faktor. Aktivis Pusat Pengembangan Sumberdaya wanita (PPSW) Pasoendan Digdaya ini menilai program dari pemerintah khususnya di desa, belum mengarah kepada pengembangan pemberdayaan Lansia.

“Karena itu, kami mengadakan pelatihan ini dengan mengundang para kepala desa dan perangkat desa di empat desa lokasi program Andil Sahate, tujuannya agar isu pemberdayaan Lansia menjadi bagian dari isu-isu yang selama ini dibahas pemerintah desa dalam menyusun perencanaan pembangunan desa,” terang Vina kepada tvberita.com saat diwawancarai di tengah acara pelatihan, Sabtu (22/1/2022).

Masih menurut Vina, desa saat ini memiliki otonomi dalam perencanaan pembangunan. Dan dengan anggaran desa yang ada saat ini, Program Andil Sahate memandu desa agar mampu mengenali isu Lansia, kemudian memasukannya menjadi bagian dari perencanaan dan penganggaran desa, baik dalam RPJM Desa, RKP Desa maupun APB Desa.

“Jadi pada dasarnya, kami hanya beri panduan secara teknis bagaimana pemanfaatan anggaran desa secara efektif direncanakan dan tentunya mampu juga menyasar isu Lansia,” tandasnya.

Di tambahkan oleh panitia pelatihan, Abubakar A Hasan bahwa pelatihan ini bukan untuk merubah atau membuat mekanisme baru dalam perencanaan dan penganggaran desa. Menurut Direktur FITRA Jawa Barat ini, PPRG merupakan salah satu pendekatan yang dapat dimanfaatkan oleh desa pada saat menyusun perencanaan dan penganggaran.

“Perencanaan dan penganggaran desa tetap mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang sudah ada, dari mulai PP, peraturan menteri dalam negeri, menteri desa sampai peraturan daerah dan peraturan Bupati Karawang,” terang pria yang akrab disapa Amo ini.

Amo pun berharap, pelatihan ini bisa berdampak secara pengetahuan sehingga mempengaruhi proses perencanaan desa menjadi responsif gender. “Sesuai pendekatan program, kami hanya memberdayakan SDM yang sudah ada, memperkuat sistem yang sudah dijalankan dan mempengaruhi hal-hal yang bermanfaat baik bagi desa,” pungkasnya.

Program Andil Sahate adalah program yang dilaksanakan secara konsorsium oleh Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Pasoendan Digdaya dan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Jabar. Program ini mendapat dukungan sepenuhnya dari lembaga donor Voice. (kii)