
“Harga per 1 kelas Rp 159 juta, di dalamnya terdapat dua unit AC 1 PK, 30 kursi kuliah, 1 proyektor, satu kursi dosen dan satu meja dosen,” kata dia.
Baca juga: Unsika Klaim Pengadaan Kelas Kontainer Senilai Rp 6,4 M Jadi Langkah Inovatif
Diklaim jadi langkah inovatif
Kepala Biro Umum dan Keuangan Unsika, Kurniawan mengeklaim kelas berbasis kontainer menjadi langkah inovatif.
Terlebih pihaknya menilai, konsep kelas kontainer sudah banyak diterapkan di berbagai institusi pendidikan di dunia, termasuk di Indonesia sebagai solusi atas keterbatasan infrastruktur.
“Kami memahami bahwa kebutuhan ruang kelas yang memadai adalah prioritas utama. Keberadaan kelas kontainer ini diharapkan bisa memberikan layanan pendidikan yang cepat, tepat, dan berkualitas untuk seluruh mahasiswa,” ujarnya. (*)












