
KARAWANG – Baru sebulan menjabat sebagai Kepala SDN Pancawati II Klari, Karawang, Lela Nurlaela langsung bergerak cepat melakukan sejumlah pembenahan di lingkungan sekolah.
Pembenahan di masa awal kepemimpinannya itu meliputi sarana prasarana, fasilitas keamanan, hingga peningkatan kedisiplinan guru dan tenaga kependidikan (tendik).
Lela mengatakan, langkah pertama yang dilakukan adalah membenahi fasilitas sekolah yang dinilai rawan kerusakan dan pencurian. Salah satunya di ruang laboratorium komputer yang kini dipasang teralis untuk meningkatkan keamanan.
Baca juga: 42 Tahun Menumpang, Kepala SDN di Karawang Bersyukur Kini Disdikbud Serius Tangani Relokasi
“Di ruang komputer kita lakukan pengamanan, dipasang teralis, dinding yang bolong ditutup, pintu yang rusak diperbaiki, termasuk jendela juga dipasang teralis. Ini karena ada kekhawatiran fasilitas sekolah rawan dicuri,” ujar Lela, Jumat (22/5).
Tak hanya itu, pembenahan juga dilakukan pada sejumlah ruang kelas. Tiga ruang kelas yang sebelumnya memiliki pintu kayu lapuk dan tidak sesuai dengan kusen aluminium, kini sedang dibongkar untuk diganti dengan pintu berbahan aluminium agar lebih kokoh dan tahan lama.

“Selama ini kusennya aluminium, tapi pintunya kayu dan sudah lapuk. Sekarang dibongkar dan diganti semua dengan aluminium,” katanya.
Baca juga: Siswi MI di Karawang Hilang 4 Hari, Rupanya Dibawa Kabur Pacar Menginap di Jembatan
Selain sarana fisik, Lela juga membenahi sistem kedisiplinan pegawai. Di tengah gangguan pada sistem absensi SIAP yang sempat tidak berfungsi lebih dari sepekan akibat pembaruan SOTK dari Disdikpora ke Disdikbud, pihak sekolah mengambil inisiatif menerapkan absensi manual dan kini menggunakan sistem kartu tap khusus di lingkungan sekolah.
Menurutnya, sistem tersebut cukup efektif meningkatkan kedisiplinan guru dan tendik. Absensi dibuka mulai pukul 06.30 hingga 07.00 WIB. Jika melewati batas waktu, sistem akan langsung memberikan peringatan.
“Awal-awal saya masih dapat notifikasi ada guru yang terlambat. Alhamdulillah sekarang guru-guru menerima dan antusias, kedisiplinan mulai meningkat,” ungkapnya.
Di sisi lain, Lela juga menaruh perhatian pada kondisi bangunan sekolah yang dinilai sudah lama tidak mendapatkan bantuan revitalisasi. Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi sekolah.
Baca juga: Disdikbud Karawang Larang Sekolah Rayakan Kelulusan Siswa ke Luar Kota
“Kita ingin ada revitalisasi, karena sekolah ini terakhir mendapat bantuan sekitar tahun 2003. Sudah cukup lama,” katanya.
SDN Pancawati II Klari sendiri saat ini memiliki total 935 siswa dengan sistem pembelajaran dibagi dua shift karena keterbatasan ruang kelas. Siswa kelas 1 dan 2 belajar pada shift pagi mulai pukul 06.30 hingga 10.00 WIB, kemudian dilanjutkan shift berikutnya.
Dengan total 24 rombongan belajar (rombel), sekolah tersebut saat ini hanya memiliki 10 ruang kelas yang tersedia, sehingga pembelajaran harus diatur bergantian. Oleh karenanya, kondisi ini disebutnya menjadi salah satu alasan pentingnya revitalisasi dan penambahan sarana pendidikan di sekolah tersebut.
“Kami berharap bisa mendapat program revitalisasi dari pemerintah pusat, supaya anak-anak belajar lebih nyaman,” harapnya. (*)











