BUKIT TINGGI – Puluhan penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) dari Sumatera Barat mengeluhkan buruknya pelayanan operator bus Mutia Putri Mulia (MPM) di sepanjang perjalanan.
Kekecewaan itu mulai dari tak adanya fasilitas toilet dalam bus hingga terlantarnya penumpang akibat bus mogok di tengah perjalanan.
Salah satu penumpang, Reski (27) warga Bukit Sumatera Barat mengeluhkan buruknya layanan perusahaan otobus MPM sejak awal pemberangkatan dari Bukit Tinggi atau Solok tujuan Jakarta dan Bandung.
Baca juga: Sri Mulyani Kecewa Harta Kekayaan Anak Buahnya Dituding Hasil Korupsi
“Kami berangkat dari Bukit Tinggi. Sejak awal perjalanan kami sudah tersiksa karena bingung tak ada toilet untuk buang hajat,” katanya, Senin (1/5/2023).
Kekecewaan itu, kata dia, makin memuncak saat bus mengalami kerusakan dan akhirnya harus menurunkan penumpang untuk mencari bengkel terdekat.
“6 jam kita terlantar. Ketika bus balik lagi, rupanya bus masih bermasalah AC nya mati, alhasil di dalam bus sangat panas,” keluhnya.
Baca juga: Stok Vaksin Meningitis Langka, Pengusaha Travel Haji Umroh di Karawang Kecewa Berat
Atas ramainya kekecewaan penumpang di dalam bus, kemudian manajemen menjanjikan penginapan di sekitar terminal Solok. Namun ternyata, lanjut dia, penginapan tersebut sangat tidak layak huni karena ruangan yang sempit dan pengap.
“Penumpang merasa kecewa dengan pelayanan perusahaan MPM yang menyediakan pelayanan yang kurang baik. Sebagai penumpang kita berharap manajemen MPM diperbaiki lagi,” tandasnya. (*)












