
“Saat ini masih didominasi akseptor Non-MKJP dengan total capaian 6.375 dan didominasi akseptor pil, suntik dan kondom,” katanya.
“Sementara untuk MKJP menyentuh 1.143 akseptor dari target 1.058 akseptor. Artinya, MKJP kami masih melampaui target,” tambahnya.
Nahrowi menuturkan, DPPKB selalu berhasil mencapai target berkat kerjasama yang baik antara Pengelola Program KB Rumah Sakit (PKBRS), Bidan, Puskesmas maupun PLKB di lapangan.
“Kami akan terus melakukan evaluasi hal-hal yang dianggap masih kurang, kemudian meningkatkan kinerja di lapangan maupun manajemen pengelolaan di kantor,” pungkas dia. (*)











