Beranda Karawang Danu Hamidi: Hibah Rp 12 M PDAM dari Pusat, Pakai Dana Talang...

Danu Hamidi: Hibah Rp 12 M PDAM dari Pusat, Pakai Dana Talang APBD Karawang

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID – ┬áProgram Hibah Air Minum dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pelayanan air minum melalui jaringan perpipaan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

 

Program hibah air minum merupakan hibah pemerintah pusat kepada pemerintah daerah Kabupaten Karawang yang bersumber dari penerimaan dalam negeri Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Di mana mekanismenya adalah pemerintah daerah dalam hal ini PDAM Tirta Tarum Karawang melakukan investasi terlebih dahulu, kemudian pemerintah daerah mempersiapkan “dana talang” atau anggaran sejumlah anggaran hibah yang akan diterima.

“Yang diterima PDAM adalah hibah dari pemerintah pusat, tetapi ada anggaran yang harus kita persiapkan sejumlah anggaran yang akan diterima. Hibah itu sebesar Rp 11, 250 Miliar maka Pemda harus menyediakan anggaran sebagai dana talang sebesar Rp 11, 250 Miliar,” ujar Anggota DPRD Kabupaten Karawang Fraksi Partai Gerindra, Danu Hamidi menjelaskan.

Lebih lanjut diterangkan Danu, Ketika dana hibah ini kemudian turun dari pemerintah pusat, maka anggaran “dana talang” yang telah disiapkan Pemerintah Daerah ini akan kembali ke kas daerah.

“Pergantian uang ini ada aturannya, baik Perda maupun Peraturan Pemerintahnya,” kata Danu yang pada periode kemarin duduk sebagai Ketua Komisi II DPRD yang membidangi PDAM.

Diungkapkan Danu, jika dilihat dari hitung-hitungan seharusnya anggaran “dana talang” ini bisa dipergunakan untuk kegiatan lain. Namun meski kemudian dana talang ini akan menjadi Silpa, manfaatnya bisa digunakan untuk memancing bantuan hibah dari pusat lebih besar lagi.

“Dana talang ini sudah dianggarkan di tahun sebelumnya. Contoh misalnya anggaran pembiayaan daerah Rp 12 Miliar itu ada dan dianggarkan,” jelasnya.

Dan, dana talang ini di luar penyertaan modal yang diberikan Pemerintah Daerah kepada PDAM Tirta Tarum. Selanjutnya, PDAM melaksanakan kegiatan pemasangan rumah sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.

Disoal mengenai program pipanisasi MBR yang masuk ke perumahan CKM, di mana warga masyarakatnya dinilai sebagai warga masyarakat mampu, Danu menjelaskan dalam perumahan CKM ini ada batas wilayah di mana di dalamnya masih menjadi wilayah desa.

“Memang secara kasat mata kita melihatnya ini adalah perumahan, namun di dalamnya ada masyarakat perumahan dan masyarakat desa, jadi kita harus tahu lebih dulu batasannya,” pungkasnya menerangkan. (nna/kie)

Komentar Facebook