
Dia menjelaskan, aksi perkelahian itu dipicu urusan asmara. Mereka saling olok hingga akhirnya membuat janji untuk saling baku hantam.
“Motifnya biasa anak remaja masalah pacar. Mereka saling olok dan akhirnya ketemuan di pinggir jalan,” terangnya.
Dedi mengaku kasus perkelahian yang melibatkan dua siswi tersebut bukan yang pertama. Sebelumnya, keduanya juga sempat dijatuhi sanksi pembinaan di pondok pesantren selama satu bulan atas kasus yang sama.
“Mereka sudah yang kedua kalinya. Kasus yang pertama diberi sanksi pembinaan masuk pesantren selama satu bulan, tapi untuk yang baru ini belum diputuskan dan menunggu hasil keputusan dewan guru,” tandasnya. (*)








