
KARAWANG — Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang menyambut hangat para peserta seleksi Beasiswa Tes Tahfidz UBP Karawang. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UBP Karawang dalam memberikan ruang dan apresiasi kepada generasi muda yang memiliki kemampuan serta kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Rektor UBP Karawang, Assoc. Prof. Dr. H. Budi Rismayadi, SE.,MM menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi.
Menurutnya, keikutsertaan dalam tes tahfidz bukan hanya menjadi bagian dari proses mendapatkan beasiswa, tetapi juga merupakan bentuk penghargaan terhadap perjuangan para mahasiswa dalam menjaga dan mengamalkan Al-Qur’an.
Baca juga: Mentan Soroti Kekeringan di Karawang, 3.000 Hektare Sawah Terancam Kekurangan Air
“Kami menyambut dengan penuh kehangatan dan kebanggaan seluruh peserta Tes Tahfidz. Semoga kemampuan menghafal Al-Qur’an menjadi kekuatan untuk membentuk pribadi yang unggul, berkarakter, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat,” kata Budi, Senin (31/8/2026).
Melalui program beasiswa tahfidz, kata Budi, UBP Karawang terus berupaya mendukung mahasiswa berprestasi, termasuk mereka yang memiliki kompetensi dalam bidang Al-Qur’an.
Program ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para peserta untuk terus meningkatkan prestasi akademik sekaligus mempertahankan dan mengembangkan hafalan Al-Qur’an.
Dirinya juga berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti proses seleksi dengan penuh percaya diri, menjunjung tinggi kejujuran, dan menjadikan kegiatan ini sebagai pengalaman berharga.
Baca juga: DPRD Karawang Dorong Biang Kerok di Balik Tumpahan Minyak di Pantai Segera Terungkap
“Apapun hasilnya nanti, tetap semangat dan jangan pernah berhenti mencintai Al-Qur’an. UBP Karawang membuka ruang bagi generasi muda untuk tumbuh, berprestasi, dan memberikan manfaat bagi bangsa dan masyarakat,” ujarnya.
“Kegiatan Tes Tahfidz Beasiswa UBP Karawang diharapkan dapat melahirkan generasi akademisi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki nilai-nilai keagamaan, akhlak, dan karakter yang kuat,” tandasnya.








