Beranda Headline Usut Limbah Minyak di Pesisir Karawang, DPRD Bentuk Tim Investigasi Independen

Usut Limbah Minyak di Pesisir Karawang, DPRD Bentuk Tim Investigasi Independen

Dprd karawang limbah minyak
Ketua Komisi 3 DPRD Karawang, Dedi Indra Setiawan.

KARAWANG — DPRD Kabupaten Karawang melalui Komisi III menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) terkait temuan limbah minyak berwarna hitam di wilayah pesisir Karawang, Selasa (1/9).

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Karawang, Deddy Indra Setiawan mengatakan, rapat tersebut belum menghasilkan kesimpulan mengenai sumber maupun penyebab munculnya gelembung hitam di pesisir.

Menurutnya, kepastian mengenai sumber material tersebut masih harus menunggu hasil pemeriksaan dan uji laboratorium.

Baca juga: Soal Ceceran Minyak di Pesisir Karawang, DPRD Dorong Sumbernya Segera Diungkap

“Belum ada kesimpulan itu penyebabnya dari mana. Karena PHE sendiri bingung, karena secara di mereka produksi, tekanannya semua nggak ada indikator segala macam,” kata Deddy.

Deddy menjelaskan, DPRD mendorong pembentukan tim investigasi independen untuk mengusut temuan tersebut secara lebih menyeluruh. Tim tersebut nantinya akan dikoordinasikan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang dengan melibatkan perwakilan nelayan.

“Harus dibikin tim investigasi independen. Nanti Dinas LH yang mengepalai dan perwakilan dari para nelayan,” ujarnya.

Ia menyebut sejumlah organisasi atau kelompok nelayan seperti Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), serta forum nelayan lainnya dapat dilibatkan dalam tim tersebut.

Baca juga: Soal Biang Kerok Tumpahan Minyak di Pantai Karawang, Bupati Aep: Tunggu Pembuktian Uji Lab

Deddy juga membuka kemungkinan keterlibatan akademisi maupun ahli apabila dibutuhkan untuk membantu proses investigasi.

“Kalau memang dibutuhkan akademisi atau ahli, ya silakan. Kami tidak membatasi,” katanya.

Investigasi tersebut, lanjut Deddy, bertujuan untuk mengetahui secara ilmiah sumber dan dampak dari temuan gelembung hitam tersebut. Pemeriksaan diperlukan karena PHE ONWJ sebelumnya menyampaikan bahwa temuan tersebut bukan berasal dari aktivitas mereka.

“Tujuan untuk melihat ini sebenarnya kejadian dampak dari mana. Karena dari PHE bilang bukan mereka. Tapi harus uji lab segala macam,” jelasnya.

Baca juga: Dorong Budaya Literasi, Pemkab Karawang Minta Setiap Kafe & Resto Sediakan Pojok Baca

Deddy juga meminta PHE ONWJ bersama para nelayan melakukan pengecekan ulang terhadap titik-titik yang diduga memiliki keterkaitan dengan kejadian sebelumnya.