Beranda Headline Mentan Soroti Kekeringan di Karawang, 3.000 Hektare Sawah Terancam Kekurangan Air

Mentan Soroti Kekeringan di Karawang, 3.000 Hektare Sawah Terancam Kekurangan Air

Mentan kekeringan di karawang
Persoalan kekeringan yang melanda areal persawahan di Kabupaten Karawang mendapat perhatian langsung dari Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

KARAWANG – Persoalan kekeringan yang melanda areal persawahan di Kabupaten Karawang mendapat perhatian langsung dari Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

Pemerintah pusat bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) menyiapkan sejumlah langkah untuk memastikan lahan pertanian terdampak tetap mendapatkan pasokan air.

Mentan Andi Amran Sulaiman mengatakan, berdasarkan data yang diterimanya, sekitar 3.000 hektare lahan pertanian di Karawang mengalami kekeringan.

Baca juga: Praktik Living Together Kian Ramai di Kalangan Mahasiswa Karawang: Awas Risiko Mengintai

Menurutnya, persoalan kekeringan di sejumlah wilayah pertanian Karawang bukan merupakan masalah baru. Namun, kondisi tersebut masih dapat ditangani karena terdapat potensi sumber air yang bisa dimanfaatkan.

“Di Karawang ada kekeringan 3.000 hektare. Bukan kekeringan dari dulu, selalu kekeringan,” kata Amran, Senin (31/8).

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah akan menggandeng Kementerian PU untuk melakukan normalisasi saluran irigasi sekaligus menambah pompa air.

“Tetapi ini ada potensi air. Kita kerja sama dengan Kementerian PU, Kementerian PU luar biasa. Kita normalisasi, langsung kita berikan pompa. Insya Allah 3.000 hektare terairi,” ujarnya.

Amran menilai, upaya tersebut tidak hanya dapat mencegah tanaman padi mengalami gagal panen, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan petani.

“Nilainya bisa Rp126 miliar kenaikan pendapatan petani untuk 3.000 hektare,” tegasnya.

Baca juga: Jelang Hari Batik Nasional, Disabilitas Karawang Dilatih Membuat Batik Canting

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Karawang Rohman mengatakan, kedatangan Mentan bersama jajaran kementerian terkait merupakan tindak lanjut dari laporan pemerintah daerah mengenai kondisi kekeringan di sejumlah wilayah pertanian.

Menurut Rohman, pemerintah daerah sebelumnya telah menyampaikan data monitoring mengenai dampak kekeringan. Dalam kunjungan tersebut, Mentan bersama sejumlah direktur jenderal di Kementerian Pertanian serta Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU turun langsung melihat kondisi di lapangan.

“Ya, kemarin kita sudah laporkan ada kekeringan di Kabupaten Karawang. Jadi Pak Menteri melihat data monitoring dampak kekeringan yang ada di Karawang,” kata Rohman.

Rohman menyebut, salah satu lokasi yang ditinjau mengalami dampak kekeringan sekitar 80 hektare. Sementara secara keseluruhan, persoalan kekeringan tersebar di empat kecamatan, yakni Pakisjaya, Pedes, Cilamaya dan Pangkalan.