
Sri mengatakan, kecelakaan di titik tersebut bukan pertamakali terjadi. Pihaknya mendata, sejak tanggal 21 hingga saat ini terhitung sudah terjadi kecelakaan sebanyak 8 kali akibat perbedaan badan jalan.
Baca juga: Perjuangan Ibu di Karawang Cari Anaknya yang Hilang, Enggan Lapor Polisi Karena Ini
“Dari tanggal 21 udah 8 korban di titik yang sama, penyakitnya sama karena perbedaan badan jalan, bukan karena lubang,” katanya.
Saat ini, lanjut dia, korban sudah dilarikan ke Rumah Sakit Islam dengan keadaan cukup kritis. Pihaknya berharap, pengendara bisa lebih berhati-hati khususnya menjelang puncak arus mudik.
“Pasien itu keadaannya sangat kritis, mudah-mudahan dapat penanganan yang tepat. Lalu untuk jalan, mudah-mudahan pengendara lebih hati-hati, karena ini jalan kewenangan provinsi jadi kami tidak mengetahui informasi perbaikan dan selebihnya,” tutup dia. (*)












