
KARAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang resmi membuka gelaran Job Fair dalam rangka menyambut Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393. Kegiatan tersebut berlangsung selama satu bulan, mulai 1 hingga 30 September 2026, dengan menyediakan sekitar 2.000 lowongan pekerjaan bagi masyarakat.
Selain membuka lowongan untuk masyarakat umum, Pemkab Karawang memberikan perhatian khusus kepada warga yang masuk kategori desil 1 hingga desil 3 sebagai bagian dari upaya menekan angka kemiskinan ekstrem.
Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengatakan, terdapat 393 warga dari kelompok tersebut yang menjadi prioritas untuk disalurkan ke dunia kerja.
Baca juga: Hasil Uji Puslabfor, Limbah Ceceran Minyak di Pesisir Karawang Bukan Milik PHE ONWJ
Untuk mendukung program tersebut, Pemkab Karawang telah menginstruksikan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) di 309 desa dan kelurahan untuk melakukan pendataan terhadap warga berpenghasilan rendah.
“Hari ini kami membuka Job Fair, insya Allah dilaksanakan dari tanggal 1 sampai tanggal 30. Ini ada 2.000 lowongan pekerjaan. Tapi hari ini penentunya ada 393 masyarakat di desa-desa yang kami minta kepada seluruh PSM untuk mengambil dari desil 1 sampai desil 3. Ini prioritas kami untuk mengangkat masalah kemiskinan,” ujar Aep, Rabu (2/9/2026).
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Karawang menggandeng Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Forum HRD untuk membantu penempatan warga prioritas tersebut di sejumlah perusahaan.
Aep mengatakan, warga tidak harus mendapatkan posisi tertentu, namun yang terpenting dapat memperoleh kesempatan bekerja dengan upah sesuai ketentuan yang berlaku.
“Saya sudah sampaikan ke Apindo dan Forum HRD, kami tidak minta mereka dipekerjakan jadi manajer, tapi minimal mereka dipekerjakan. Misalkan perempuan untuk beres-beres, laki-laki ngepel di sana. Insya Allah ada kolaborasi Pemerintah Daerah lewat Disnaker dengan Apindo untuk penempatan di perusahaan,” katanya.
Baca juga: Soal Biang Kerok Tumpahan Minyak di Pantai Karawang, Bupati Aep: Tunggu Pembuktian Uji Lab
Sementara itu, tingginya jumlah pendaftar Job Fair melalui sistem daring hingga mencapai puluhan ribu orang dinilai sebagai hal yang wajar.








