
“Jaman sekarang khawatir ke anak, gak bisa ngaji Qur’an. Khawatir gimana nanti kesananya, mumpung masih kecil, dilatih, belajar. Orang tua di rumah juga harus ngetes anaknya, anak-anak harus diarahkan,” tuturnya.
Baca juga: DBD Mulai Mewabah di Karawang: 268 Orang Terjangkit, 1 Meninggal Dunia
Ketua Panitia, Risa Sri Rahayu menambahkan ucapan terimakasih kepada para orang tua yang telah mensupport anak-anaknya untuk mengaji.
Kedepannya, kata Risa, akan ada beberapa rangkaian kegiatan lain seperti pesantren kilat untuk umum, hingga festival anak sholeh untuk mengasah kreatifitas anak-anak.
“Kami berterimakasih kepada para orang tua, tentu acara ini menjadi ajang pembelajaran bagi anak-anak kita melatih mental, bagi pembimbing untuk melatih. Nanti Ramadhan kita akan ada kegiatan juga, untuk itu kami mohon doa restunya agar berjalan dengan baik,” tutupnya. (*)








