Beranda Karawang FTK 2019 Hari Pertama, Tujuh Tim Teater Unjuk Gigi

FTK 2019 Hari Pertama, Tujuh Tim Teater Unjuk Gigi

KARAWANG, TVBERITA.CO.ID – Sebanyak 7 peserta di Acara Festival Teater Karawang telah menampilkan hasil proses terbaiknya, masing-masing berkompetisi untuk menarik hati para Juri dengan menyuguhkan tontonan maksimal. Setelah marathon berlatih hampir sebulan, proses dan ketekunan mereka dipertontonkan.

Dengan membawakan naskah-naskah pendek karya Putu Wijaya, kekuatan imajinasi, kemampuan meramu emosi dan membedah naskah benar-benar dipertaruhkan. Naskah yang pendek tampaknya memang mudah dilakonkan, namun sebetulnya banyak kesulitannya. Kekuatan aktor dalam memerankan tokoh dan kemampuan sutradara dalam mengolah lakon menjadi penentu yang vital, bagaimana drama tersebut disajikan.

Secara umum ke-7 pementasan tersebut sudah baik dan memenuhi persyaratan festival. Namun masih banyak kekurangan-kekurangan yang perlu dibenahi, baik oleh tim musik, artistik, aktor maupun sutradara. Beberapa masukan buat semua penampil, mungkin bisa dijadikan bahan pembenahan bagi pementasan selanjutnya.

Kurangnya pembedahan naskah yang dalam, membuat naskah tidak memiliki interpretasi yang luwes. Seyogyanya interpretasi memiliki ratusan sayap dengan ribuan kepak. Tentu akan melahirkan ribuan suguhan yang berbeda. Sedatar dan sekaku apapun sebuah naskah, jika tim bisa mengintrepetasinya dengan baik, maka akan menjadi suguhan menarik dan berirama, sehingga melahirkan lakon yang tidak monoton.

Para aktor belum menguasai teks dengan lengkap dan fasih, akibatnya ketika mereka memerankan tokoh di atas panggung, terjebak pada pendewaan teks. Mereka tidak melebur, menyatu bahkan terintegrasi dengan lakon. Yang terjadi malah sebaliknya, aktor masih dikuasai hapalan teks, yang mengakibatkan mereka tidak mampu bermain secara lepas, fikirannya masih berkutat dengan kalimat-kalimat yang harus mereka ucapkan.

Artistik adalah pendukung pertunjukan yang memiliki peran penting dalam sebuah pementasan. Namun jika sutradara tidak mampu mengarahkan atau aktor tidak mampu memanfaatkan, terkadang artistik menjadi pengganggu yang bisa merusak imajinasi penonton. Beberapa kontestan melengkapi penampilan mereka dengan artistik yang lengkap dan megah, namun karena kurang bisa dimanfaatkan secara maksimal, akhirnya kemegahan artistik tidak memberikan pengaruh banyak pada penampilan.

Dari segi musik mungkin penguatan-penguatan ilustrasi secara keseluruhan sudah didapatkan, hanya pengembangan dan eksplorasi yang mendalam belum tersentuh secara maksimal. Di beberapa bagian musik malah mengambil peran yang terlalu dominan, membuat pembicaraan aktor tidak terdengar.

Memang mudah bagi kita mengomentari sesuatu yang sudah jadi, tinggal tunjuk ini-itu kesalahannya. Padahal pembuatannya tidaklah semudah itu, ada proses panjang yang harus dilalui. Ketekunan, kesabaran kesetiaan adalah bagian dari perjalanan yang tidak bisa dianggap enteng.

Bagi peserta yang sudah mementaskan karyanya, selamat menunggu hasil dari penilaian juri. Bagi yang belum, selamat berkompetisi. Apapun hasilnya, yang jelas kawan-kawan telah menjadi pelaku peristiwa, dan itu perlu diacungi dua jempol. Bravo Teater Karawang! (cr2/dhi)

Komentar Facebook