
Program ini juga dinilai menjadi solusi lapangan kerja yang inklusif bagi kelompok ibu-ibu usia lanjut yang sudah tidak memenuhi syarat batasan usia untuk bekerja di kawasan industri Karawang.
Baca juga: Massa Gelar Demo di Karawang, Dukung MBG Dilanjutkan
“Tenaga kerja ya banyak lagi yang nganggur. Karena di Karawang sendiri sekalipun perusahaan banyak, putra daerah saja tidak bisa masuk, bahkan harus melalui apa namanya tuh, Karang Taruna, kemudian juga kita harus mengeluarkan dana yang belum tentu menjamin (masuk kerja) gitu,” beber Lusiana.
Pihaknya menegaskan, alih-alih menghentikan program karena adanya masalah, pemerintah seharusnya fokus membenahi tata kelola di Badan Gizi Nasional (BGN) serta mengusut tuntas seluruh oknum koruptor di dalam program MBG sampai ke akar-akarnya tanpa harus mengorbankan hak anak-anak dan masyarakat kecil.
“Dari atas itu dibenahi lah, jangan sampai imbasnya ke bawah yang tidak tau apa-apa. Tolong usut koruptor yang ada di MBG,” tandasnya. (*)








