Beranda Headline Kekurangan Truk, 600 Ton Sampah di Karawang Tidak Terangkut Setiap Hari

Kekurangan Truk, 600 Ton Sampah di Karawang Tidak Terangkut Setiap Hari

KARAWANG – Akibat kekurangan truk, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karawang mengaku kesulitan mengangkut 1.200 ton sampah setiap harinya.

Dengan volume sampah mencapai 1.200 ton, idealnya DLH Karawang memiliki 200 unit, sementara yang tersedia hanya 54.

Kepala Bidang Kebersihan DLH Karawang, Guruh Sapta menjelaskan, dari jumlah itu, hanya 47,6 persen atau sebanyak 571 ton sampah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat yang terangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalupang Kelurahan Wancimekar, Kecamatan Kotabaru.

Baca juga: Satpam PLTGU Jawa-1 Ngeluh Digaji di Bawah UMK, Begini Penjelasan Royal Security Indonesia

Berdasarkan Undang-undang nomor 18 tahun 2008 tentang pengolahan sampah, jumlah volume sampah dihitung dari jumlah penduduk Karawang sebanyak 2,4 juta penduduk dikali 0,5 setiap orang memproduksi sampah.

“Sehingga jumlahnya itu 1.200.000 kilogram atau 1.200 ton sampah,” kata Guruh, Selasa (9/8/2022).

Dari jumlah volume sampah itu, kata Guruh, hanya 47,6 persen atau 571 lebih ton yang dapat terangkut di TPA Jalupang.

Hal itu karena keterbatasan armada truk pengangkut sampah. Jumlah truk di Karawang sebanyak 54, tiap truk dapat mengangkut sekira 10 ton lebih dalam sehari.

Baca juga: DLHK Karawang Bakal Selidiki Pencemaran Air Sumur Warga di Cikampek

“Idealnya agar terangkut semua itu harus punya 200 truk,” katanya.

Sementara untuk sampah-sampah yang tidak terangkut ke TPA, kata Guruh, menggandeng dengan swasta untuk pengakutan sampah di lingkungan permukiman warga.

Kemudian, pengoptimalan bank sampah, Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R), dan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST).

“Kita harapkan pengoptimalan itu dapat mengatasi volume sampah yang tidak terangkut ke TPA,” tandasnya.