
Biasanya, jelas Yanto, para jemaat berkumpul bersama setelah melakukan sembahyang di hari raya Imlek. Hal ini telah menjadi tradisi untuk saling mengeratkan hubungan antar umat, karena persaudaraan akan terus berlangsung baik hari ini maupun di hari yang akan datang.
Baca juga: Ratusan Honorer Pemkab Karawang Terancam Kena PHK Gegara Tak Ikut Seleksi PPPK
“Kita juga bisa ngobrol-ngobrol bersama. Kalau Imlek itu tidak terlalu meriah, puncaknya ada di Cap Go Meh,” jelasnya.
Dikatakan Yanto, para jemaat akan berfokus sembahyang mulai dari pagi hari hingga sore, tetapi ada pula umat yang mendatangi kelenteng di malam Imlek.
“Ada yang sembahyang di malam Imlek, ada juga yang datang di pagi harinya. Imlek biasanya berlangsung dari pagi sampai jam empat sore,” pungkasnya. (*)








