
KARAWANG – Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Karawang melakukan pemeriksaan intensif terhadap sejumlah pedagang hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (13/5/2026). Pemeriksaan hewan kurban ini dilakukan untuk memastikan seluruh hewan kurban memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) sebelum dikonsumsi masyarakat.
Dokter Hewan DPKPP Karawang, Nani Dwi Astuti, mengatakan pihaknya telah memeriksa sebanyak 99 ekor hewan kurban di Peternakan RJ Farm.
“Alhamdulillah semuanya sudah memenuhi syarat umur dan secara umum dalam kondisi sehat. Hanya ada beberapa hewan kurban yang mengalami flu ringan dan sakit mata, namun langsung kami lakukan pengobatan,” ujarnya kepada Tvberita, Rabu (14/5/2026).
Menurut Nani, pemeriksaan hewan kurban mencakup sejumlah kriteria sesuai syariat Islam, seperti usia hewan yang cukup, tidak memiliki cacat fisik, organ reproduksi utuh, serta kondisi kesehatan yang baik.
Baca juga: Urai Kepadatan saat Libur Panjang, Contraflow Diterapkan di Tol Japek KM 55 hingga KM 65
“Ciri hewan kurban yang sehat bisa dilihat dari postur tubuh, bulu yang cerah dan mulus, mata yang bersih tanpa kemerahan, hidung lembap, mulut tidak melepuh, serta kaki dan dubur yang bersih,” jelasnya.
Selain pemeriksaan fisik, DPKPP Karawang juga bekerja sama dengan Balai Veteriner (BVet) Subang untuk melakukan pemeriksaan darah guna memastikan tidak ada penyakit menular pada hewan kurban.
“Sampai saat ini, sapi dan domba yang telah kami periksa jumlahnya sudah mencapai seribu ekor,” tambahnya.
Pemeriksaan hewan kurban akan terus dilakukan hingga mendekati hari pemotongan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan pangan masyarakat selama Idul Adha.
Sementara itu, pemilik RJ Mandiri Farm, Rudi, mengaku jumlah konsumen hewan kurban tahun ini tetap stabil meski harga sapi mengalami kenaikan.
“Sebelumnya harga sapi mulai Rp18 juta, sekarang minimal Rp19 juta dan ada yang mencapai Rp35 juta tergantung ukuran dan jenisnya,” katanya.
Ia menjelaskan, jenis hewan kurban yang paling banyak dicari masyarakat adalah sapi Limousin dan sapi Bali. Namun, sapi Bali kini menjadi pilihan utama karena harganya lebih terjangkau dengan kualitas daging yang dinilai baik.
“Kalau melihat kebutuhan masyarakat, banyak yang menyesuaikan anggaran. Dengan budget sekitar Rp3,5 juta per orang, mereka lebih memilih sapi Bali,” ujarnya.
Saat ini, RJ Mandiri menyediakan sekitar 130 ekor hewan kurban, terdiri dari sapi berbobot 300 kilogram hingga 1 ton. Namun, pihaknya masih mengalami kekurangan stok sekitar 10 ekor karena kuota sapi Bali dari pemasok telah habis.
“Persaingan mendapatkan hewan kurban sekarang cukup ketat karena permintaan tinggi dan jumlah pedagang juga semakin banyak,” tambahnya.
Di tempat terpisah, Owner Juvina Farm, Haji Juherdi, juga menyampaikan apresiasi kepada DPKPP Karawang atas pemeriksaan kesehatan hewan kurban di peternakannya.
“Alhamdulillah hasil pemeriksaan hari ini menyatakan seluruh domba kami sehat,” katanya.
Baca juga: Menilik Prestasi SDN Adiarsa Timur 1 Karawang di Tengah Keterbatasan Fasilitas
Menurut Juherdi, domba Garut menjadi hewan kurban yang paling diminati konsumen karena memiliki postur ideal dan dikenal sebagai domba unggulan.
“Selain domba Garut, kami juga menyediakan sapi Pegon, Limousin, dan sapi Peranakan Ongole (PO) sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Dengan pemeriksaan hewan kurban yang dilakukan secara menyeluruh, DPKPP Karawang berharap masyarakat dapat membeli dan menyembelih hewan kurban yang sehat, layak, dan sesuai syariat sehingga pelaksanaan Idul Adha tahun ini berjalan aman dan berkah. (*)













