Beranda Regional Kisah Sukses Pebisnis Muda Dhiraj, Jadi Inspirasi Kaum Millenial

Kisah Sukses Pebisnis Muda Dhiraj, Jadi Inspirasi Kaum Millenial

Kisah sukses pebisnis muda, Dhiraj Kelly Sawlani, bisa menjadi inspirasi bagi kaum milenial yang ingin terjun ke dunia bisnis.

Ya, pria pemilik akun Instagram @dhirajkelly ini berhasil memimpin dua perusahaan besar yang bergerak di bidang properti dan konstruksi. Dhiraj menjabat sebagai Direktur PT Sarana Abadi Raya (SAR) dan Komisaris PT Era Integrity.

PT Sarana Abadi Raya (SAR) bergerak di bidang general contractor dan supplier. Sementara PT ERA Integrity adalah perusahaan yang bergerak di bidang pemasaran properti, seperti terlihat di Instagram @eraintegrity, merupakan franchise dari PT ERA Indonesia yang memiliki 115 kantor cabang dan 6500 Marketing Associate di Indonesia.

“Sarana Abadi Raya mengerjakan jasa konstruksi secara menyeluruh dan menyediakan material yang dibutuhkan. Klien kami dari perusahaan swasta dan perusahaan milik pemerintah. Ada websitenya sarana-abadi.co.id bisa dilihat di sana,” kata Dhiraj Kelly Sawlani.

Pria Lulusan S3 Bina Nusantara University ini belajar mengenai dunia properti dari sang ayah. Berbekal ilmu seputar konstruksi dan properti ayahnya, Dhiraj optimis dapat menjalankan bisnis. Pada usianya yang baru 30 tahun, dia sudah mampu meraup pundi-pundi rupiah yang tidak sedikit.

Dalam menjalankan bisnisnya, Dhiraj mengantongi relasi dari sang ayah. Hal itu semakin memudahkannya menjalankan bisnis di bidang properti.

Lantas ia memutuskan untuk menciptakan project-nya sendiri yakni perumahan Griya Wantilan Residence tersebut di bawah payung PT. Buana Agung Properti.

“Lalu seiring berjalannya waktu, saya berpikir mengapa tidak menciptakan project sendiri lalu terciptalah Griya Wantilan Residence di Instagram @griyawantilan.residence,” ungkapnya.

Griya Wantilan Residence berlokasi di Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Perumahan ini memiliki luas 50.000 m2 dengan jumlah 400 rumah subsidi dan 100 rumah komersil. Total nilai investasi bisnis ini mencapai Rp 60 Miliar.

Mengingat produk yang dipasarkan bukan seperti kebutuhan pokok semua orang bisa membelinya. Hal itu pula yang dirasakan oleh Dhiraj saat menjalankan project Griya Wantilan Residence.

Sehingga ia mengambil langkah menyelamatkan asetnya dengan menggandeng ERA Indonesia untuk bekerjasama.

“Saya mengambil Langkah untuk menghubungi agen properti ERA untuk membuat kesepakatan Kerjasama. Akhirnya, saya memutuskan untuk membeli franchise ERA Indonesia dan mendirikan kantor pemasaran sendiri yang bernama ERA Integrity,” jelasnya.

Menjalankan bisnis besar kendala yang dihadapi pun bukan remeh temeh. Tak berhenti pada proses pemasaran saja, selama membangun bisnis Dhiraj mengalami banyak sekali
kendala.

Berhadapan dengan masalah pengaturan cashflow, karena ada piutang yang tak tertagih hingga kendala risiko lapangan.

“Seringkali dalam bisnis konstruksi dan properti, kegagalan perencanaan menjadi hal yang fatal. Karena gagal merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan,” tuturnya.

Sebagai pebisnis profesional, ia harus segera mendapatkan solusi bagi masalah yang dihadapi. Terkait kendala pemasaran, mengimplementasikan CRM (Customer Relationship Management) baik untuk klien lama maupun baru.

“Dengan demikian, kami dapat menjalin relasi yang baik dengan customer kami dan
memberikan order yang berkesinambungan.”

Sementara untuk menangani kendala cashflow, perusahaannya membentuk tim collection
untuk membantu dalam penagihan ke klien yang telat membayar.

Juga meminta backup dari bank untuk memberikan KMK (Kredit Modal Kerja) guna mengantisipasi bila ada invoice yang telat dibayar oleh klien.

Selama pandemi ini pun bisnis Dhiraj Kelly turut merasakan dampaknya, banyak anggaran perusahaan yang di-refocusing ke anggaran COVID-19.

Maka ia menerapkan Dynamic capability atau kemampuan dinamis untuk menyesuaikan basis sumber daya agar bisa menghadapi era VUCA (volatility, uncertainty, complexity, ambiguity) seperti saat ini.

Dalam menjalankan bisnis di bidang properti, menjaga reputasi perusahaan dan mendapat kepercayaan klien merupakan tantangan terbesar baginya. Tanpa kepercayaan klien, bisnis akan sulit bertahan.

Maka ia harus selalu menjaga integritas dan kredibilitas perusahaannya.

“Integritas adalah filosofi yang selalu kami pegang dalam membangun bisnis. Oleh karena itu, nama ERA Integrity kami pilih sebagai simbol bahwa integritas adalah modal utama menjalankan sebuah usaha karena integritas yang menentukan kepercayaan customer. Bisa dilihat di website eraintegrityindonesia.com untuk mengetahui properti apa saja yang kami tawarkan,” ujar ria kelahiran Salatiga ini.

Bisnis properti di Indonesia sendiri sudah menjamur di mana-mana. Agar bisa bersaing dengan perusahaan sejenis, Dhiraj Kelly Sawlani menerapkan beberapa strategi.

Pertama, corporate branding dan personal branding untuk menarik kepercayaan klien. Kedua, mempraktikan CRM untuk menjalin relasi dan komunikasi secara intens dengan klien maupun calon klien. Ketiga, product innovation dengan mengembangkan inovasi
produk agar lebih diminati klien dan berbeda dari perusahaan sejenis.

Artikel sebelumnyaPolisi Amankan benda Mirip bom di Jakasampurna Bekasi
Artikel selanjutnyaHUT PAN ke 23, Aming Donorkan Darahnya