KARAWANG – Kasus dugaan mafia pupuk subsidi terus mencuat di Kabupaten Karawang. Terkini, kasus tersebut tengah diselidiki Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang.
Direktur Karawang Budgeting Control (KBC), RM menyebut, praktik mafia pupuk subsidi sudah berlangsung lama di Karawang. Karenanya, ia telah melaporkan dugaan tersebut ke Kejari Karawang dan sudah dipanggil untuk proses pemeriksaan.
Dalam keterangannya kepada penyidik, RM menyebut, banyak petani yang sudah memiliki kartu tani tapi tidak mendapat pupuk subsidi.
“Saya sudah dipanggil penyidik kejaksaan dan menjelaskan semua yang ditanyakan seputar mafia pupuk subsidi. Saya sampaikan jika di Karawang masih banyak petani miskin yang memiliki sawah kurang dari satu hektar tapi sulit mendapat pupuk subsidi. Tapi anehnya, petani yang memiliki sawah diatas 5 hektar malah mendapat pupuk subsidi,” kata RM, Jumat (16/6/23).
Baca juga: Aksi Donor Darah Warnai HUT ke-48 Pupuk Kujang
Menurut RM salah satu yang dipertanyakan penyidik terkait dugaan adanya mafia pupuk yaitu petani yang secara ekonomi pas-pasan dan memiliki lahan sawah sekitar setengah hektar kesulitan mendapatkan pupuk.
Namun justru pemilik sawah yang memiliki sawah diatas 5 hingga 10 hektar malah dengan mudah mendapatkan pupuk subsidi. Dia juga menyebut para petani yang telah menjadi korban mafia pupuk subsidi.
“Saya sudah meminta penyidik periksa petani yang sudah jadi korban dan saya sudah memberikan data lengkapnya,” katanya.
Menurut RM dia dimintai keterangan sekitar satu jam dan sudah menjelaskan para petani yang menjadi korban. Sangat aneh jika petani yang memiliki kartu tani malah tidak mendapatkan pupuk, tapi masih ada yang beranggapan pupuk melimpah.
Baca juga: Hadapi Ancaman El Nino, DPKP Karawang Siapkan Asuransi Gagal Panen untuk Petani
“Melimpah dari mana kalau masih ada petani yang kesulitan mendapatkan pupuk. Makanya saya sudah berikan nama-nama petani yang menjadi korban untuk diperiksa penyidik kejaksaan,” katanya.
RM mengaku sudah bicara dengan Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Karawang, Cakra dan mendesak agar kasus dugaan mafia pupuk subsidi tetap dilanjut. Dia mensinyalir ada pihak yang sedang berusaha untuk menghentikan kasus ini.
“Sudah biasa jika jaksa sedang tangani kasus ada pihak yang kasak kusuk. Saya juga sudah melihat gelagatnya,” katanya. (*)














